Tragis! Bobotoh Asal Taraju Tewas Usai Nobar Persib, Keluarga Tuntut Pelaku Segera Ditangkap

TASIKMALAYA – Kematian MI (18), seorang Bobotoh pendukung setia Persib Bandung asal Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar. Remaja tersebut diduga menjadi korban pengeroyokan brutal usai menghadiri acara nonton bareng pertandingan sepak bola.

Kini, keluarga korban resmi menempuh jalur hukum dengan melaporkan kasus tersebut ke Polres Tasikmalaya pada Sabtu (9/5/2026).

Bacaan Lainnya

Laporan polisi itu tercatat dengan nomor LP/B/108/V/2026/SPKT/Polres Tasikmalaya/Polda Jawa Barat. Pihak keluarga melaporkan dugaan tindak pidana pengeroyokan dan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Kronologi Bobotoh Tasikmalaya Meninggal Dunia

Peristiwa memilukan itu terjadi pada (1/5/2026) sekitar pukul 01.00 WIB. Saat itu, korban baru pulang setelah menyaksikan laga Bhayangkara FC kontra Persib Bandung melalui acara nonton bareng.

Dalam perjalanan pulang, tepatnya di wilayah Kampung Golacir Gunung, Desa Cilampung Hilir, Kecamatan Padakembang, korban bersama rekannya diduga dihentikan oleh sekelompok orang tak dikenal.

Tanpa banyak bicara, korban disebut langsung mendapat serangan fisik secara membabi buta. Berdasarkan laporan yang diterima pihak kepolisian, korban dipukul menggunakan tangan kosong hingga helm miliknya sendiri.

BACA JUGA : COMEBACK GILA! PERSIB Hajar Persija 2-1, Adam Alis Jadi Mimpi Buruk Macan Kemayoran

Akibat pengeroyokan tersebut, MI mengalami luka serius di bagian kepala, wajah, dan tubuh hingga akhirnya meninggal dunia beberapa jam kemudian sekitar pukul 04.30 WIB meski sempat mendapatkan perawatan medis.

Kuasa hukum keluarga korban, Ade Sugiri, menegaskan pihak keluarga ingin kasus ini diusut hingga tuntas. Mereka berharap aparat kepolisian segera mengungkap identitas para pelaku dan melakukan penahanan.

“Kami meminta proses hukum berjalan profesional, transparan, dan serius sampai ada tersangka yang ditangkap,” ujar Ade.

Menurutnya, keluarga korban masih terpukul atas kejadian tersebut, terlebih korban dikenal masih muda dan tidak memiliki masalah pribadi dengan siapa pun.

Kasus tewasnya Bobotoh asal Tasikmalaya ini kembali memunculkan perhatian publik terhadap aksi kekerasan yang masih terjadi di sekitar dunia sepak bola Indonesia.

Meski insiden terjadi di luar stadion, tragedi tersebut menjadi pengingat bahwa keselamatan suporter masih menjadi persoalan serius yang perlu mendapat perhatian bersama.

Publik kini menanti langkah tegas aparat dalam mengusut kasus kematian pendukung Persib Bandung tersebut agar tidak memicu trauma dan keresahan di kalangan suporter sepak bola. (LS)

Pos terkait