TASIKMALAYA – Upaya serius mengatasi persoalan sampah terus dilakukan Pemerintah Kota Tasikmalaya. Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), pemkot kini menggandeng Universitas Mayasari Bakti dalam kolaborasi strategis untuk menekan volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Program ini menargetkan perubahan signifikan: pada tahun 2029, hanya sekitar 30 persen sampah yang masuk ke TPA. Sisanya diharapkan bisa dikelola dari sumber melalui sistem yang lebih modern dan partisipatif.
Kolaborasi ini fokus pada tiga hal utama, yakni edukasi masyarakat, penguatan sistem pengelolaan berbasis wilayah, serta optimalisasi fasilitas pengolahan sampah.
Salah satu langkah konkret yang akan dilakukan adalah program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik. Mahasiswa Universitas Mayasari Bakti dijadwalkan mulai turun ke lapangan pada 20 Juni 2026.
BACA JUGA : Pemkot Tasikmalaya Mulai Tata Kabel Semrawut, Wajah Kota Disulap Lebih Estetik
Mereka akan menyasar wilayah yang masih terdapat Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar, dengan misi utama meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah sejak dari rumah.
Edukasi ini diharapkan mampu mengubah kebiasaan warga agar lebih peduli terhadap lingkungan.
Sebelum program berjalan, kedua pihak akan terlebih dahulu menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS). Langkah ini penting untuk memastikan dukungan kebijakan sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan akademisi.
Dengan adanya PKS, program diharapkan berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.
Tak hanya edukasi, penguatan infrastruktur juga menjadi perhatian. Salah satu yang akan dikembangkan adalah TPS3R di kawasan Cihideung Tawang.
Dalam waktu dekat, lokasi tersebut akan disurvei sebagai tahap awal pengembangan. Hasilnya akan menjadi dasar perencanaan hingga implementasi sistem pengolahan sampah berbasis Reduce, Reuse, Recycle (3R).
Melalui kolaborasi ini, Pemerintah Kota Tasikmalaya berharap mampu menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi, berkelanjutan, dan melibatkan masyarakat secara aktif.
Langkah ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap target nasional pengurangan sampah, sekaligus mewujudkan lingkungan kota yang lebih bersih, sehat, dan nyaman ditinggali. (LS)



















