TASIKMALAYA — Arus kendaraan di jalur utama Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya diprediksi mengalami kepadatan selama libur panjang pekan ini. Selain meningkatnya mobilitas wisatawan dan masyarakat, kemacetan juga dipicu proyek revitalisasi drainase dan penggalian pipa PDAM di kawasan pusat kota Singaparna.
Kasat Lantas AKP Didit Permadi mengatakan pihaknya telah menyiapkan pola pengamanan dan rekayasa arus lalu lintas untuk mengurai potensi kemacetan di sejumlah titik rawan.
Menurutnya, personel Satlantas sudah dipetakan untuk melakukan pengaturan intensif terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari. Waktu tersebut dinilai paling rawan karena aktivitas warga lokal bertemu dengan lonjakan kendaraan wisatawan yang melintas menuju berbagai destinasi di Tasikmalaya dan sekitarnya.
Fokus pengamanan berada di ruas Alun-alun Singaparna hingga kawasan Kudang. Saat ini kawasan tersebut tengah menjalani revitalisasi besar-besaran berupa pembangunan saluran drainase serta pengerjaan jaringan pipa PDAM.
BACA JUGA : Tragis! Bobotoh Asal Taraju Tewas Usai Nobar Persib, Keluarga Tuntut Pelaku Segera Ditangkap
Didit mengakui proyek tersebut berdampak langsung terhadap kelancaran arus kendaraan. Namun menurutnya, pembangunan itu penting untuk mengatasi persoalan banjir yang selama ini kerap terjadi di pusat Singaparna.
“Drainase di kawasan itu memang sudah lama menjadi persoalan. Saat hujan deras, jalan sering tergenang dan membuat kondisi aspal cepat rusak. Sementara aktivitas ekonomi di sana sangat padat karena banyak ruko dan pasar,” ujarnya, (13/5/2026).
Untuk mengantisipasi kepadatan, Satlantas bersama Dinas Perhubungan telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas sejak sebelum proyek dimulai. Petugas juga disiagakan di titik penyempitan jalan atau bottleneck guna mengatur kendaraan dari dua arah agar tetap bergerak meski harus bergantian.
Selain pengaturan manual, polisi juga mengimbau masyarakat agar menghindari jam-jam puncak jika hendak melintasi jalur Singaparna selama long weekend berlangsung.
“Kami minta masyarakat tetap tertib dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Memang ada sedikit gangguan perjalanan sementara, tapi ini demi perbaikan infrastruktur jangka panjang,” katanya.
Lonjakan arus kendaraan diperkirakan terjadi mulai akhir pekan hingga masa libur berakhir, terutama kendaraan pribadi dan roda dua yang menuju kawasan wisata Tasikmalaya Selatan maupun jalur penghubung Garut-Tasikmalaya. (LS)



















