SUKABUMI – Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (RJBB) memastikan pelayanan dan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bagi masyarakat di wilayah Cikidang, Citarik, hingga Pelabuhanratu-Cisolok, Kabupaten Sukabumi, tetap berjalan normal.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional JBB PT Pertamina Patra Niaga, Reno Fri Daryanto, menegaskan ketersediaan stok BBM di wilayah tersebut dalam kondisi aman dan masyarakat tetap dapat memperoleh kebutuhan bahan bakar melalui sejumlah SPBU yang masih aktif beroperasi.
“Pertamina Patra Niaga terus melayani kebutuhan dan layanan BBM untuk berbagai sektor di wilayah Jawa Barat, termasuk masyarakat, petani, maupun nelayan di wilayah Cikidang, Citarik, hingga Pelabuhanratu-Cisolok,” ujar Reno.
Menurutnya, penjelasan tersebut sekaligus menanggapi pemberitaan mengenai tidak beroperasinya SPBU 34.433.16 Cikidang dan SPBU 34.433.08 Bagbagan yang dikaitkan dengan terganggunya aktivitas ekonomi, khususnya nelayan.
Reno menegaskan, selama kedua SPBU tersebut masih beroperasi, layanan BBM untuk aktivitas nelayan memang bukan merupakan bagian dari pelayanan kedua SPBU tersebut.
“Selama beroperasi, kedua SPBU tersebut tidak melayani kebutuhan BBM bagi aktivitas tersebut. Dengan demikian, informasi yang mengaitkan berhentinya operasional kedua SPBU tersebut dengan terhentinya pelayanan BBM bagi nelayan tidak sesuai dengan kondisi operasional kedua SPBU tersebut,” tegasnya.
Ia memastikan, kebutuhan BBM masyarakat dan sektor-sektor produktif di wilayah tersebut tetap dapat dipenuhi melalui SPBU aktif yang tersedia.
“Penyaluran BBM bagi masyarakat, petani, dan nelayan di wilayah Cikidang, Citarik, hingga Pelabuhanratu-Cisolok tetap berjalan normal. Ketersediaan stok BBM di wilayah tersebut juga dalam kondisi tersedia,” kata Reno.
Lebih lanjut, Reno menjelaskan bahwa SPBU 34.433.16 Cikidang dan SPBU 34.433.08 Bagbagan sebenarnya telah berhenti beroperasi sejak Agustus 2023.
“Sebagai tambahan informasi, kedua SPBU tersebut telah berhenti beroperasi sejak Agustus 2023,” ujarnya.
Terkait kemungkinan kedua SPBU tersebut kembali beroperasi, Reno menyebut Pertamina Patra Niaga masih memperhatikan proses serta status hukum yang berlaku sebelum mengambil langkah selanjutnya.
“Terkait rencana operasionalisasi kembali, Pertamina Patra Niaga masih memperhatikan proses dan status hukum yang berlaku sebelum dapat mengambil langkah lebih lanjut,” jelasnya.
Untuk memenuhi kebutuhan BBM masyarakat dan nelayan, Pertamina Patra Niaga mencatat terdapat tujuh SPBU aktif yang dapat diakses di wilayah tersebut. Ketujuh SPBU itu melayani kebutuhan BBM jenis Pertalite dan Biosolar.
“Saat ini tersedia tujuh SPBU aktif, yaitu SPBU 38.431.18, SPBU 38.433.01, SPBU 31.433.01, SPBU 34.433.19, SPBU 34.433.04, SPBU 34.433.20, dan SPBU 34.433.12,” beber Reno.
“Seluruh SPBU tersebut melayani kebutuhan BBM jenis Pertalite dan Biosolar,” sambungnya.
Selain itu, masyarakat juga diimbau memanfaatkan SPBU terdekat yang masih beroperasi, termasuk sejumlah titik layanan yang buka selama 24 jam.
“Masyarakat dapat mengakses layanan BBM di SPBU terdekat yang beroperasi 24 jam. Informasi mengenai lokasi SPBU terdekat dapat diperoleh melalui aplikasi MyPertamina atau dengan menghubungi Pertamina Contact Center 135,” pungkas Reno.(*)



















