Mahasiswa BEM Persatuan Indonesia Desak Audit Program MBG dan Koperasi Merah Putih dalam Aksi di Patung Kuda

TASIKMALAYA – Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang tergabung dalam Aliansi BEM Persatuan Indonesia menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, (20/6/2026). Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan lima poin pernyataan sikap yang ditujukan kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Salah satu tuntutan utama yang disuarakan adalah desakan agar pemerintah segera melakukan audit menyeluruh terhadap kinerja lembaga negara, khususnya program-program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Bacaan Lainnya

Perwakilan Aliansi BEM Persatuan Indonesia dari Universitas Jayabaya, Hikmah Maulana, mengatakan audit tersebut penting dilakukan untuk memastikan penggunaan anggaran berjalan sesuai prinsip Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AAUPB).

“Kami mendesak pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program-program strategis agar pelaksanaannya tepat sasaran, transparan, dan akuntabel,” ujar Hikmah dalam orasinya, dikutip dari rmol.id.

Selain itu, mahasiswa juga menyerukan penghentian segala bentuk persekusi dan pembubaran paksa terhadap forum diskusi ilmiah, baik di lingkungan kampus maupun ruang publik.

“Forum diskusi kritis adalah napas demokrasi. Jika ini dibungkam, maka kita hanya menyisakan ruang bagi kebohongan dan ketidakadilan,” tegasnya.

Di bidang ekonomi, Aliansi BEM Persatuan Indonesia meminta pemerintah menjaga stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan memastikan distribusinya tepat sasaran. Menurut mereka, langkah tersebut penting untuk mempertahankan daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global.

BACA JUGA : Detik-Detik Roy Suryo Ditangkap di Rumahnya, Sempat Minta Tunggu Pengacara Datang

Mahasiswa juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak menyikapi informasi yang beredar di ruang digital serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

Dalam poin terakhir, para peserta aksi mendesak para pejabat publik agar mampu menjadi penghubung antara pemerintah dan masyarakat serta tidak memperkeruh situasi dengan pernyataan atau kebijakan yang berpotensi memicu konflik sosial.

“Kami siap berdiskusi dengan kepala dingin, bukan dengan amarah,” pungkas Hikmah.

Aksi yang berlangsung di kawasan Patung Kuda tersebut berjalan dengan pengawalan aparat keamanan dan menjadi salah satu bentuk penyampaian aspirasi mahasiswa terhadap berbagai isu nasional yang berkembang saat ini. (LS)

Pos terkait