TASIKMALAYA – Safari politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) ke Provinsi Lampung pada akhir Juni 2026 menjadi sorotan analis kebijakan publik Muhammad Said Didu. Menurutnya, langkah politik tersebut patut dicermati oleh Presiden RI Prabowo Subianto.
Pernyataan itu disampaikan Said Didu dalam wawancara di kanal YouTube Forum Keadilan TV, (3/7/2026).
Menurut Said Didu, dinamika politik nasional saat ini bukan sekadar persaingan antartokoh, melainkan menunjukkan adanya pertarungan pengaruh politik yang masih berlangsung setelah pergantian pemerintahan.
Ia menilai safari politik yang dilakukan Jokowi menjadi salah satu indikator bahwa konstelasi politik nasional masih terus bergerak.
“Prabowo harus berhati-hati,” ujar Said Didu.
Dalam pandangannya, Prabowo kini menghadapi tantangan besar dalam menjalankan pemerintahannya. Said Didu menyebut situasi tersebut sebagai pertarungan yang sangat menentukan arah pemerintahan ke depan.
“Istilahnya sudah masuk di titik to kill or to be kill. Prabowo mengalahkan oligarki atau oligarki mengalahkan Prabowo,” kata Said Didu, dikutip dari rmol.id.
Said Didu juga menyampaikan pendapatnya mengenai pihak-pihak yang dinilainya masih memiliki kepentingan dalam dinamika politik nasional. Pernyataan tersebut merupakan analisis pribadi Said Didu dan tidak disertai bukti yang dipaparkan dalam wawancara tersebut.
BACA JUGA : Mabes TNI Buka Suara soal Dugaan Keterlibatan Anggota di Kasus Korupsi Program Makan Bergizi Gratis
Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari pihak Joko Widodo maupun pihak Istana terkait pernyataan Muhammad Said Didu mengenai safari politik tersebut. (LS)



















