Misteri Kerbau Kurban Mati di Sumur Salawu Tasikmalaya, Sempat Lepas dari Ikatan dan Hilang 1 Kilometer

Foto: ilustrasi

TASIKMALAYA – Warga Kampung Karang Anyar, Desa Sukakarsa, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya digegerkan dengan peristiwa seekor kerbau kurban yang ditemukan mati di dalam sumur sedalam belasan meter.

Kerbau jantan milik keluarga Sivi itu sebelumnya telah dipersiapkan untuk ibadah kurban Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Namun nahas, hewan tersebut ditemukan terperosok ke dalam sumur setelah diduga lepas dari kandang secara misterius.

Bacaan Lainnya

Kejadian ini menyisakan tanda tanya bagi pemilik kerbau. Pasalnya, hewan berukuran besar itu disebut telah diikat kuat menggunakan tali pada bambu di dalam kandang.

“Saya merasa janggal. Kerbau itu diikat di bambu dengan kuat, bagaimana bisa lepas dan berjalan sejauh itu hingga masuk ke sumur,” ujar Sivi, (18/5/2026).

Menurut keterangan warga, kerbau tersebut diduga berjalan sejauh sekitar satu kilometer dari kandang menuju area permukiman warga sebelum akhirnya jatuh ke sumur pada Jumat (15/5/2026) malam.

Suasana kampung mendadak panik setelah terdengar suara benda jatuh cukup keras dari belakang rumah warga. Saat diperiksa menggunakan penerangan seadanya, warga mendapati tubuh kerbau sudah terjepit di dasar sumur yang sempit dan gelap.

BACA JUGA : Kabupaten Tasikmalaya Jadi Pilot Project MPPDN Versi 2 di Jabar, Bupati Cecep Percepat Layanan Digital

Proses evakuasi berlangsung dramatis. Puluhan warga bahu-membahu mengangkat kerbau menggunakan tali tambang dan bambu secara manual karena keterbatasan alat.

Medan licin serta diameter sumur yang sempit membuat proses penyelamatan berlangsung sangat sulit. Evakuasi yang dimulai sejak malam hari baru selesai pada Sabtu (16/5/2026) siang atau sekitar 17 jam kemudian.

“Kami sudah berusaha maksimal, namun kondisinya memang sangat sulit. Sumurnya dalam dan ruang geraknya sempit,” ujar salah seorang warga yang ikut dalam proses evakuasi.

Sayangnya, saat tubuh kerbau berhasil diangkat ke permukaan, hewan kurban tersebut sudah dalam kondisi mati.

Bagi keluarga Sivi, kejadian ini bukan hanya kerugian materi, tetapi juga ujian berat menjelang Hari Raya Idul Adha yang akan jatuh pada 27 Mei mendatang. Meski begitu, keluarga tetap bertekad mencari hewan pengganti agar ibadah kurban tetap terlaksana. (LS)

Pos terkait