Pertamina Patra Niaga RJBB Resmikan Saung SAGARI untuk Pemberdayaan Masyarakat di Indramayu

Pertamina Patra Niaga RJBB Resmikan Saung SAGARI

INDRAMAYU – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (RJBB) melalui Integrated Terminal (IT) Balongan meresmikan Saung Desa Energi Mandiri (SAGARI) pada Kamis (18/6/2026) di Kampung Mangga, Desa Sliyeg Lor, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Peresmian ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina dalam mendukung pengembangan potensi lokal masyarakat Desa Sliyeg Lor, khususnya sektor pertanian mangga dan pemberdayaan ekonomi berbasis kelompok.

Bacaan Lainnya

Kegiatan dihadiri oleh Kepala Desa Sliyeg Lor Yunani beserta jajarannya, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Sliyeg Ahmad D, Tinsari, dan Meli Nurfarida, Kelompok Tani Mangga, Kelompok Tani Salam Tani, Kelompok Usaha Perempuan Berdaya (KUPERA), serta masyarakat Desa Sliyeg Lor. Turut hadir Superintendent HSSE & Fleet Safety PT Pertamina Patra Niaga IT Balongan, Rifandi.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Sliyeg Lor, Yunani menyampaikan apresiasi kepada PT Pertamina Patra Niaga IT Balongan yang selama ini terus berkontribusi dalam mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Balongan atas perhatian dan dukungannya kepada masyarakat Desa Sliyeg Lor. Kehadiran Saung SAGARI ini diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan masyarakat, sarana diskusi, pembelajaran, serta pengembangan berbagai program yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” ujar Yunani.

Peresmian Saung SAGARI ditandai dengan prosesi potong tumpeng sebagai simbol dimulainya pemanfaatan saung sebagai pusat kegiatan petani mangga konvensional di Desa Sliyeg Lor. Pada kesempatan yang sama, IT Balongan juga menyerahkan secara simbolis bantuan CSR kepada masyarakat Desa Sliyeg Lor berupa 100 bibit pohon mangga yang akan didistribusikan kepada petani sebagai upaya regenerasi tanaman dan penggantian pohon yang sudah tidak lagi produktif.

Selain itu, PT Pertamina Patra Niaga IT Balongan turut menyerahkan bantuan pembangunan rumah produksi bagi Kelompok Usaha Perempuan (KUPERA) yang akan difungsikan sebagai pusat kegiatan pengolahan mangga. Keberadaan rumah produksi ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah komoditas mangga melalui berbagai produk olahan sehingga mampu membuka peluang usaha dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Kelompok KUPERA yang beranggotakan enam orang juga telah mengembangkan produk olahan berbasis mangga berupa cookies mangga sebagai upaya peningkatan nilai tambah komoditas lokal.

Ketua Kelompok KUPERA, Nunung menyampaikan bahwa bantuan rumah produksi akan mendukung pengembangan usaha kelompok dalam mengolah hasil panen mangga menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

“Bantuan pembangunan rumah produksi ini menjadi dukungan yang sangat berarti bagi kami dalam meningkatkan kapasitas produksi dan menjaga kualitas produk. Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan sehingga memberikan manfaat bagi pengembangan usaha kelompok dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Nunung.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Regional JBB PT Pertamina Patra Niaga, Susanto August Satria menegaskan bahwa peresmian Saung SAGARI dan penyaluran bantuan CSR merupakan bagian dari komitmen Pertamina dalam mendukung pengembangan potensi lokal masyarakat di sekitar wilayah operasi perusahaan.

“Peresmian Saung SAGARI serta penyaluran bantuan CSR diharapkan dapat memperkuat potensi masyarakat Desa Sliyeg Lor, mulai dari sektor budidaya hingga pengembangan produk olahan mangga yang bernilai tambah. Kami berharap program tersebut dapat mendorong terwujudnya masyarakat yang lebih mandiri, produktif, dan berdaya saing melalui penguatan potensi lokal yang berkelanjutan,” ujar Satria.

Kegiatan ini mendukung beberapa pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 1 tentang tanpa kemiskinan, poin 8 tentang pekerjaan layak, poin 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta poin 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan. (*)

Pos terkait