TASIKMALAYA – Setiap langkah seorang Muslim seharusnya dimulai dengan mengingat Allah Ta‘ala. Salah satu bentuk dzikir yang sangat agung adalah doa ketika hendak keluar rumah, sebagaimana diajarkan langsung oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
Doa tersebut berbunyi:
“Bismillāh, tawakkaltu ‘alallāh, wa lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh.”
“Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada-Nya, dan tidak ada daya serta kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.”
Hadits ini diriwayatkan oleh Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu. Pada bagian akhir hadits, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
يُقَالُ لَهُ: كُفِيتَ وَوُقِيتَ وَهُدِيْتَ، وَتَنَحَّى عَنْهُ الشَّيَاطِينُ، فَيَقُولُ لِشَيْطَانٍ آخَرَ: كَيْفَ لَكَ بِرَجُلٍ قَدْ هُدِيَ وَكُفِيَ وَوُقِيَ؟
“Dikatakan kepadanya: ‘Engkau telah dicukupkan, dijaga, dan diberi petunjuk.’ Maka setan pun menjauh darinya. Lalu setan berkata kepada setan yang lain: ‘Bagaimana mungkin engkau dapat mengganggu seseorang yang telah diberi petunjuk, dicukupkan, dan dijaga?’”
Makna dan Penjelasan Setiap Ungkapan
1. بِسْمِ اللهِ (Dengan nama Allah)
Maknanya: dengan nama Allah aku berangkat. Seorang Muslim menggantungkan langkah awalnya hanya kepada Allah, bukan kepada kekuatan diri, jabatan, atau harta.
2. تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ (Aku bertawakal kepada Allah)
Artinya: aku menyerahkan seluruh urusanku kepada Allah. Ini adalah pengakuan bahwa segala hasil, keselamatan, dan kebaikan hanya berada di tangan-Nya.
BACA JUGA : Akar Rumput dalam Sejarah Islam: Ketika Kaum Lemah Menjadi Kekuatan Perubahan
3. يُقَالُ لَهُ (Dikatakan kepadanya)
Yang mengatakan bisa jadi Allah Ta‘ala langsung, atau bisa juga para malaikat atas perintah-Nya, sebagai bentuk pemuliaan bagi hamba yang memulai langkahnya dengan dzikir.
4. كُفِيتَ (Engkau telah dicukupkan)
Maksudnya: Allah mencukupi kebutuhannya dan menjauhkan dirinya dari berbagai keburukan yang mengancam.
5. وَوُقِيتَ (Engkau telah dijaga)
Yaitu dijaga dari bahaya yang tampak maupun yang tersembunyi, dari musibah, gangguan, dan keburukan yang tidak ia sadari.
6. وَهُدِيْتَ (Engkau telah diberi petunjuk)
Allah memberinya petunjuk menuju jalan yang haq, kebenaran dalam amal, ucapan, dan sikap. Termasuk di dalamnya taufik untuk terus berdzikir dan taat kepada Allah dalam setiap keadaan.
7. وَتَنَحَّى عَنْهُ الشَّيَاطِينُ (Setan menjauh darinya)
Setan memilih menjauh karena tidak menemukan celah untuk menggoda atau menjerumuskan hamba yang telah dilindungi Allah.
8. كَيْفَ لَكَ بِرَجُلٍ (Bagaimana engkau masih punya jalan?)
Ungkapan ini menunjukkan keputusasaan setan. Tidak ada lagi jalan baginya untuk menyesatkan orang yang selalu berdzikir, dijauhkan dari kesyirikan, serta dijaga dari tipu daya dan jebakan setan.
Doa yang singkat ini menyimpan perlindungan yang luar biasa. Ia bukan sekadar ucapan lisan, tetapi bentuk ketundukan hati dan penyerahan total kepada Allah Ta‘ala. Siapa pun yang membiasakannya, Allah akan menjamin tiga perkara besar dalam hidupnya: kecukupan, penjagaan, dan petunjuk.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang memulai setiap langkah dengan dzikir dan tawakal kepada-Nya. Aamiin. (*/)
Sumber : Kitab Syarah Do’a dan Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad












