TASIKMALAYA – Shalat Dhuha dikenal sebagai salah satu shalat sunnah yang paling dianjurkan Rasulullah SAW. Meski hanya dikerjakan di pagi hingga menjelang siang hari, keutamaannya sangat besar—mulai dari ketenangan batin, penghapus dosa, hingga pembuka pintu rezeki.
Tak heran jika shalat Dhuha sering disebut sebagai “investasi spiritual harian” bagi seorang Muslim. Dalam berbagai hadis sahih, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa shalat ini bukan sekadar ibadah sunnah biasa, melainkan wujud syukur atas nikmat hidup dan kesehatan yang Allah berikan.
Berikut beberapa keutamaan dan manfaat shalat Dhuha berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW.
1. Menenangkan Hati dan Menghapus Dosa
Setiap orang pasti pernah berada di titik lelah—urusan keluarga, ekonomi, pekerjaan, atau persoalan hidup lainnya. Shalat Dhuha menjadi salah satu waktu terbaik untuk menenangkan jiwa dan mencurahkan segala keluh kesah hanya kepada Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda:
مَن حافَظَ على شُفعَةِ الضُّحى، غُفِرتْ له ذُنوبُه، وإنْ كانت مِثْلَ زَبَدِ البَحرِ.
Artinya:
“Barangsiapa yang senantiasa menjaga shalat Dhuha, niscaya diampuni dosa-dosanya, meskipun sebanyak buih di lautan.” (HR. at-Tirmidzi)
Hadis ini menegaskan bahwa shalat Dhuha adalah salah satu amalan penghapus dosa, selama disertai dengan niat tulus untuk bertaubat dan memperbaiki diri.
2. Pahala Besar yang Setara dengan Sedekah
Allah SWT tidak pernah menyia-nyiakan amal kebaikan hamba-Nya, sekecil apa pun. Shalat Dhuha bahkan dinilai setara dengan sedekah untuk seluruh persendian tubuh manusia.
Rasulullah SAW bersabda:
“Pada pagi hari, setiap persendian dari kalian wajib dikeluarkan sedekahnya… dan semua itu dapat dicukupi dengan dua rakaat shalat Dhuha.”
(HR. Muslim)
Artinya, hanya dengan dua rakaat shalat Dhuha, seorang Muslim telah menunaikan sedekah atas seluruh sendi tubuhnya sebagai bentuk syukur atas nikmat kesehatan.
BACA JUGA : Kenapa Dianjurkan Membaca Surat Al Kahfi Setiap Jumat? Ini Penjelasannya
3. Shalat Dhuha sebagai Pembuka Pintu Rezeki
Di tengah ikhtiar dan kerja keras, shalat Dhuha sering dijadikan wasilah untuk memohon kelapangan rezeki. Doa yang biasa dibaca setelah shalat Dhuha berisi permohonan agar rezeki dimudahkan, disucikan, dan didekatkan oleh Allah SWT.
Namun, Islam mengajarkan keseimbangan antara doa dan usaha. Rasulullah SAW bersabda:
“Seandainya kalian benar-benar bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya kalian akan diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki: pagi hari keluar dalam keadaan lapar, sore hari kembali dalam keadaan kenyang.”
(HR. at-Tirmidzi)
Hadis ini menegaskan bahwa shalat Dhuha bukan alasan untuk berpangku tangan, melainkan penguat tawakal di tengah usaha.
4. Sedekah untuk 360 Persendian Tubuh
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa manusia diciptakan dengan 360 persendian, dan setiap persendian itu membutuhkan sedekah.
Dalam hadis riwayat Muslim disebutkan bahwa berbagai bentuk amal—seperti tasbih, tahmid, tahlil, menyingkirkan gangguan di jalan, hingga amar ma’ruf nahi mungkar—bernilai sedekah. Dan dalam riwayat lain ditegaskan bahwa dua rakaat shalat Dhuha telah mencukupi semua sedekah tersebut.
5. Dicukupi Kebutuhan Hidup Seharian
Keutamaan shalat Dhuha juga ditegaskan dalam hadis qudsi berikut:
يَا ابْنَ آدَمَ، ارْكَعْ لِي مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ، أَكْفِكَ آخِرَهُ
Artinya:
“Wahai anak Adam, kerjakanlah untuk-Ku empat rakaat di awal hari, niscaya Aku akan mencukupimu sepanjang hari itu.”
(HR. Abu Dawud)
Hadis ini menunjukkan betapa besar jaminan Allah bagi hamba-Nya yang memulai hari dengan ibadah.
Shalat Dhuha bukan sekadar ibadah sunnah, tetapi bentuk syukur, penguat jiwa, penghapus dosa, dan pintu keberkahan rezeki. Meski hanya dua rakaat, dampaknya sangat besar bagi kehidupan seorang Muslim—baik secara spiritual maupun duniawi.
Maka, mari kita biasakan shalat Dhuha setiap pagi. Karena di balik amalan yang ringan itu, tersimpan janji Allah: ketenangan hati, ampunan dosa, kesehatan, dan kecukupan hidup. (*/)












