TASIKMALAYA – Institut Alam Rimba (IAR) Puncak Suji resmi diluncurkan di Kampung Puncaksuji, Desa Pusparaja, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, (1/7/2026). Peluncuran perdana tersebut dirangkaikan dengan Festival Edukasi Alam Desa yang mengusung semangat pelestarian lingkungan, pendidikan berbasis alam, serta penguatan kesiapsiagaan bencana.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 06.30 WIB itu menjadi wadah kolaborasi berbagai elemen, mulai dari pemerintah, relawan kebencanaan, dunia pendidikan, komunitas, media, hingga masyarakat. Salah satu tamu kehormatan yang hadir adalah jajaran Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Kabupaten Tasikmalaya.
Launching Institut Alam Rimba Puncak Suji menjadi langkah awal dalam menghadirkan ruang belajar berbasis alam yang tidak hanya berfokus pada pendidikan lingkungan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mitigasi bencana sejak dini.
Melalui Festival Edukasi Alam Desa, peserta diajak mengenal berbagai konsep pelestarian alam, pemberdayaan masyarakat, serta upaya membangun budaya hidup yang selaras dengan lingkungan. Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang memiliki kepedulian tinggi terhadap alam sekaligus tangguh menghadapi berbagai potensi bencana.
BACA JUGA : 9 Kepala Desa dan Pj Kepala Desa Resmi Dilantik Bupati Tasikmalaya, Ini Pesan Cecep Nurul Yakin
Koordinator beserta jajaran TAGANA Kabupaten Tasikmalaya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. TAGANA menilai kehadiran Institut Alam Rimba Puncak Suji dapat menjadi mitra strategis dalam memperkuat edukasi kebencanaan dan membangun budaya sadar risiko di tengah masyarakat.
Selain menjadi pusat pembelajaran berbasis alam, Institut Alam Rimba Puncak Suji diharapkan mampu menjadi ruang kolaborasi bagi berbagai pihak dalam mengembangkan program pelestarian lingkungan, mitigasi bencana, serta pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
Dengan hadirnya Institut Alam Rimba Puncak Suji, Kabupaten Tasikmalaya diharapkan memiliki salah satu pusat edukasi alam yang mampu mengintegrasikan pembelajaran lingkungan, konservasi, dan kesiapsiagaan bencana dalam satu ekosistem yang melibatkan masyarakat secara aktif. (LS)



















