Kekeringan di Tasikmalaya, Polsek Tanjungjaya Salurkan 5.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak

TASIKMALAYA – Dampak musim kemarau mulai dirasakan warga di Kecamatan Tanjungjaya, Kabupaten Tasikmalaya. Sejumlah sumber mata air mengering sehingga masyarakat kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Merespons kondisi tersebut, Polsek Tanjungjaya bersama unsur pemerintah dan relawan menyalurkan bantuan sebanyak 5.000 liter air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan, Jumat (7/8/2026).

Bacaan Lainnya

Penyaluran dipusatkan di Lapangan Sepak Bola Desa Tanjungjaya agar mudah dijangkau masyarakat dari tiga wilayah terdampak, yakni Kampung Pasir, Kampung Rancakalong, dan Kampung Leuwimulang.

Kapolsek Tanjungjaya, Ipda Hendi Herdiansyah, mengatakan bantuan air bersih ini merupakan bentuk kepedulian kepolisian terhadap masyarakat yang tengah menghadapi krisis air akibat kemarau berkepanjangan.

“Kami menyalurkan 5.000 liter air bersih menggunakan satu truk tangki. Lokasi distribusi dipusatkan di lapangan desa agar warga dari tiga kampung lebih mudah mengambil air,” ujarnya.

Kegiatan tersebut melibatkan personel Polsek Tanjungjaya, Pemerintah Kecamatan Tanjungjaya, Koramil, serta Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Tasikmalaya.

Menurut Hendi, penyaluran air bersih akan terus dilakukan secara berkala selama kondisi kekeringan masih berlangsung atau hingga musim hujan tiba.

BACA JUGA : Silaturahmi ke Ponpes Baitul Hikmah, Kapolres Tasikmalaya Minta Dukungan Ulama Jaga Keamanan

Sementara itu, Wandi (39), warga Desa Tanjungjaya, mengaku bantuan tersebut sangat membantu masyarakat. Selama sekitar tiga bulan terakhir, sumber-sumber air di wilayahnya terus menyusut karena tidak turun hujan.

“Sudah tiga bulan tidak ada hujan. Mata air banyak yang kering, saluran irigasi juga tidak mengalir. Bantuan air bersih ini sangat membantu kebutuhan warga,” kata Wandi.

Ia menuturkan, sebelum bantuan datang, warga harus berjalan cukup jauh untuk mengambil air bersih menggunakan jeriken maupun galon dari sumber air yang masih tersisa.

Angle ini lebih menonjolkan isu kekeringan di Tasikmalaya, sehingga lebih kuat untuk pencarian Google dan berpotensi menjangkau pembaca yang mencari informasi terkait dampak musim kemarau di wilayah tersebut. (LS)

Pos terkait