Polda Jabar Menang Sayembara, Hadiah Rp250 Juta Diberikan kepada Keluarga Korban

TASIKMALAYA – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memutuskan hadiah sayembara senilai Rp250 juta terkait penangkapan tersangka penyekapan dan penganiayaan terhadap YTR diserahkan sepenuhnya kepada keluarga korban.

Keputusan tersebut diambil setelah Polda Jawa Barat berhasil menangkap Taufik Hidayat, tersangka utama dalam kasus yang sempat menjadi perhatian publik.

Bacaan Lainnya

Dedi menjelaskan, secara teknis pihak yang berhak atas hadiah sayembara adalah Polda Jabar karena berhasil menangkap pelaku. Namun, atas permintaan Kapolda Jabar, hadiah tersebut dialihkan untuk membantu masa depan korban dan keluarganya.

“Karena yang melakukan penangkapannya adalah Polda Jabar, maka pemenang sayembaranya adalah Polda Jabar. Pak Kapolda kemudian menelepon saya dan meminta agar hadiah itu diserahkan kepada keluarga korban untuk bekal masa depannya,” ujar Dedi dalam konferensi pers di Mapolda Jabar, Bandung, (26/7/2026).

Menurut Dedi, sayembara yang diumumkannya juga memberikan tekanan psikologis kepada tersangka. Selama buron, Taufik disebut terus berpindah-pindah tempat persembunyian karena merasa selalu diawasi masyarakat.

Akibat tekanan tersebut, tersangka akhirnya kembali ke wilayah Bandung hingga berhasil diamankan polisi di sebuah rumah di Perumahan Griya Pesona, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung.

“Sayembara ini memiliki efek psikologis terhadap tersangka. Ke mana pun dia pergi merasa banyak orang yang mengawasi, sehingga mengalami kebingungan dan akhirnya kembali lagi ke Bandung,” kata Dedi.

Selain menyerahkan hadiah sayembara kepada keluarga korban, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga memastikan seluruh biaya pengobatan YTR akan ditanggung hingga korban benar-benar pulih.

BACA JUGA : Fakta Baru! Taufik Hidayat Ternyata Residivis, Pernah Dipenjara karena Aniaya Mantan Istri

Dedi mengungkapkan, kebutuhan biaya perawatan untuk dua pekan ke depan diperkirakan mencapai sekitar Rp1 miliar dan anggaran tersebut telah disiapkan pemerintah provinsi.

“Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah memutuskan bahwa seluruh pelayanan kesehatan korban dijamin sampai sembuh,” tegas pria yang akrab disapa KDM tersebut.

Ia juga meminta keluarga korban tidak lagi menggalang donasi untuk biaya pengobatan. Menurutnya, pemerintah akan menjamin kebutuhan hidup keluarga selama mereka fokus mendampingi proses pemulihan korban.

“Yang ingin berdonasi dipersilakan membantu kehidupan keluarga dan masa depan korban. Sejak saya berkunjung hingga hari ini, kami pastikan keluarga bisa fokus merawat korban dan kebutuhan hidupnya tetap terjamin,” pungkasnya. (LS)

Pos terkait