Kota Tasikmalaya

Parkir Non Tunai Mulai Diuji di Kota Tasikmalaya, Bayar Parkir Kini Cukup Scan QRIS

×

Parkir Non Tunai Mulai Diuji di Kota Tasikmalaya, Bayar Parkir Kini Cukup Scan QRIS

Sebarkan artikel ini
Uji coba parkir non tunai di Kota Tasikmalaya. Foto: dok Pemkot Tasikmalaya

TASIKMALAYA – Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui Dinas Perhubungan resmi melakukan uji coba sistem parkir non tunai di kawasan Jalan HZ Mustofa. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi digital untuk menghadirkan layanan parkir yang lebih modern, praktis, dan transparan bagi masyarakat.

Uji coba dilakukan secara simbolis pada Rabu (8/4/2026), dengan menghadirkan metode pembayaran parkir menggunakan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). Dengan sistem ini, masyarakat tidak perlu lagi membawa uang tunai saat memarkir kendaraan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya, Iwan Kurniawan, menyampaikan bahwa penerapan parkir non tunai ini bertujuan untuk meningkatkan kemudahan layanan bagi pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat.

“Melalui kegiatan ini, kami membuka layanan parkir non tunai yang dapat digunakan masyarakat tanpa harus menggunakan uang fisik. Cukup scan barcode QRIS yang tersedia,” ujarnya.

Menurutnya, inovasi ini juga menjadi solusi bagi masyarakat yang sering kesulitan mencari uang receh saat parkir. Selain itu, sistem ini dinilai lebih aman karena mengurangi potensi kebocoran retribusi parkir.

BACA JUGA : Pemkot Tasikmalaya Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 dan Perkuat Kelurahan Cantik 

Penerapan parkir non tunai ini sejalan dengan program prioritas Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam mendorong digitalisasi layanan publik melalui program “Tasik Melayani”.

Dengan sistem ini, proses pembayaran parkir diharapkan menjadi:

  • Lebih cepat
  • Lebih aman
  • Lebih transparan

Selain itu, pemerintah juga berharap masyarakat dapat mulai terbiasa dengan transaksi digital dalam kehidupan sehari-hari.

Jika uji coba ini berjalan sukses, sistem parkir non tunai berpotensi diperluas ke berbagai titik parkir lainnya di Kota Tasikmalaya.

Transformasi ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mengikuti perkembangan teknologi di era digital. (LS)