Khazanah

Sejarah Diwajibkannya Shalat Lima Waktu, Ibadah Agung Sejak Zaman Para Nabi

×

Sejarah Diwajibkannya Shalat Lima Waktu, Ibadah Agung Sejak Zaman Para Nabi

Sebarkan artikel ini

TASIKMALAYA – Shalat merupakan salah satu ibadah paling utama dalam Islam. Namun, tahukah bahwa shalat bukan ibadah baru yang hanya dikenal umat Nabi Muhammad ﷺ? Dalam sejarah Islam, shalat telah dilaksanakan oleh para nabi terdahulu, meski bentuk dan jumlahnya belum sesempurna shalat lima waktu seperti sekarang.

Shalat Sudah Ada Sejak Zaman Nabi-Nabi Terdahulu

Para ulama menjelaskan bahwa shalat telah dikenal sejak masa para nabi sebelum Rasulullah ﷺ. Dalam kitab Fiqh Sirah Nabawiyah, Syekh Muhammad Said Ramadhan al-Buthi menjelaskan bahwa para nabi terdahulu, termasuk Nabi Ibrahim ‘alaihis salam, melaksanakan shalat dua rakaat di pagi dan sore hari.

Fakta ini juga diperkuat oleh Al-Qur’an. Dalam Surat Maryam ayat 55, Allah mengisahkan Nabi Ismail ‘alaihis salam yang senantiasa memerintahkan keluarganya untuk mendirikan shalat dan menunaikan zakat. Begitu pula Nabi Isa ‘alaihis salam yang disebutkan dalam Surat Maryam ayat 31, bahwa ia diwasiatkan untuk mendirikan shalat selama hidupnya.

BACA JUGA : 6 Hikmah Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang Wajib Diketahui Umat Islam

Hal ini menunjukkan bahwa shalat merupakan ibadah lintas zaman, yang menjadi ciri ketaatan para nabi kepada Allah SWT.

Shalat Nabi Muhammad ﷺ Sebelum Isra Mi’raj

Sebelum peristiwa Isra dan Mi’raj, Nabi Muhammad ﷺ juga telah terbiasa melaksanakan shalat, khususnya di waktu pagi dan sore. Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam Al-Qur’an yang memerintahkan tasbih dan pujian kepada Allah pada waktu pagi dan petang, yang oleh para ulama dimaknai sebagai shalat.

Artinya, meskipun shalat lima waktu belum diwajibkan, Rasulullah ﷺ telah menjalankan ibadah shalat sebagai bentuk kedekatan dan penghambaan kepada Allah SWT.

Isra Mi’raj dan Kewajiban Shalat Lima Waktu

Kewajiban shalat lima waktu secara resmi ditetapkan dalam peristiwa agung Isra dan Mi’raj, sekitar 18 bulan sebelum hijrah ke Madinah. Dalam peristiwa ini, Rasulullah ﷺ menerima perintah shalat secara langsung dari Allah SWT, tanpa perantara wahyu di bumi.

Dalam hadits shahih riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa pada awalnya Allah mewajibkan 50 waktu shalat dalam sehari semalam. Namun, setelah Rasulullah ﷺ memohon keringanan, kewajiban tersebut diringankan menjadi lima waktu, dengan pahala yang tetap setara dengan shalat 50 waktu.

Keistimewaan inilah yang menjadikan shalat lima waktu sebagai ibadah yang sangat agung dan utama dalam Islam.

Sejak saat itulah, shalat lima waktu menjadi kewajiban mutlak bagi umat Islam. Shalat bukan hanya rutinitas ibadah, melainkan:

  • Tiang agama
  • Tolak ukur keimanan
  • Sarana komunikasi langsung antara hamba dan Allah SWT

Tak heran jika shalat disebut sebagai amalan pertama yang akan dihisab di hari kiamat.

Sejarah diwajibkannya shalat menunjukkan bahwa ibadah ini memiliki kedudukan istimewa sejak zaman para nabi hingga umat Nabi Muhammad ﷺ. Dengan pahala yang luar biasa dan perintah yang diterima langsung dari Allah SWT, shalat lima waktu menjadi bukti kasih sayang Allah kepada hamba-Nya.

Semoga pemahaman ini menambah kesadaran kita untuk menjaga shalat dengan penuh keikhlasan dan kekhusyukan. Wallahu a’lam bis shawab. (*/)