Khazanah

Jarang Diketahui, Ini Doa Nabi Agar Tak Sesat dan Tak Dizalimi Saat Keluar Rumah

×

Jarang Diketahui, Ini Doa Nabi Agar Tak Sesat dan Tak Dizalimi Saat Keluar Rumah

Sebarkan artikel ini
Foto: ilustrasi

TASIKMALAYA – Doa berikut merupakan salah satu doa penting yang diajarkan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam kepada umatnya, khususnya ketika hendak keluar dari rumah:

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ، أَوْ أُضَلَّ، أَوْ أَزِلَّ، أَوْ أُزَلَّ، أَوْ أَظْلِمَ، أَوْ أُظْلَمَ، أَوْ أَجْهَلَ، أَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ

Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu agar aku tidak sesat atau disesatkan, tidak tergelincir atau digelincirkan, tidak berbuat zalim atau dizalimi, serta tidak berbuat bodoh atau dibodohi.”

Doa ini diriwayatkan oleh Ummu Salamah Radhiyallahu ‘Anha, salah satu istri Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, bernama lengkap Hindun bintu Abi Umayyah Al-Makhzumiyah. Hadits ini menjadi pedoman penting bagi seorang Muslim dalam memohon perlindungan Allah sebelum berinteraksi dengan dunia luar.

Makna Setiap Permohonan dalam Doa

Doa ini memiliki susunan yang sangat dalam dan mencakup berbagai potensi keburukan yang bisa menimpa seseorang, baik dari dirinya sendiri maupun dari orang lain.

1. “An adhilla” (أَنْ أَضِلَّ) – Aku tersesat
Permohonan agar tidak tersesat dalam diri sendiri, yakni kehilangan petunjuk dan keluar dari jalan yang benar. Kata dhalal pada asalnya bermakna hilang atau bingung arah.

2. “Au udhalla” (أَوْ أُضَلَّ) – Aku disesatkan
Permohonan agar tidak menjadi korban kesesatan akibat pengaruh orang lain, setan, atau pihak yang memiliki sifat menyesatkan.

3. “Au azilla, au uzalla” (أَوْ أَزِلَّ، أَوْ أُزَلَّ) – Berbuat salah atau disalahi
Keduanya berasal dari kata az-zallah (kesalahan).
Maknanya mencakup:

BACA JUGA : Dialog Hati: Antara Cahaya yang Disambut dan Cahaya yang Dipadamkan

  • Aku melakukan kesalahan karena kelemahanku sendiri

  • Atau aku diseret oleh orang lain ke dalam kesalahan

4. “Au azhlima, au uzhlama” (أَوْ أَظْلِمَ، أَوْ أُظْلَمَ) – Menganiaya atau dianiaya
Zalim berarti meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya.
Doa ini mencakup perlindungan agar:

  • Tidak menzalimi orang lain atau diri sendiri

  • Tidak menjadi korban kezaliman pihak lain

5. “Au ajhala, au yujhala ‘alayya” (أَوْ أَجْهَلَ، أَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ) – Berbuat bodoh atau dibodohi
Makna pertama: melakukan perbuatan orang-orang bodoh, menyibukkan diri pada hal sia-sia dan tidak bermanfaat.
Makna kedua: diperlakukan dengan kebodohan oleh orang lain, seperti dipancing dalam perdebatan tidak sehat, direndahkan, atau diperlakukan tidak bijak.

Pelajaran Penting bagi Umat Islam

Hadits ini mengandung ajaran besar tentang adab seorang Muslim saat keluar rumah. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam membimbing umatnya agar tidak hanya memohon keselamatan fisik, tetapi juga keselamatan akal, akhlak, dan iman.

Doa ini mengajarkan keseimbangan:

  • Menjaga diri dari keburukan internal

  • Sekaligus memohon perlindungan dari keburukan eksternal

Dengan membacanya, seorang Muslim menyerahkan langkahnya kepada Allah, agar setiap aktivitas di luar rumah berada dalam penjagaan dan petunjuk-Nya.

Doa ini sangat relevan untuk diamalkan di tengah kehidupan modern yang penuh godaan, konflik, dan kesibukan. Membacanya sebelum keluar rumah adalah bentuk tawakal sekaligus kesadaran bahwa manusia lemah tanpa pertolongan Allah.

Semoga Allah senantiasa melindungi kita dari kesesatan, kesalahan, kezaliman, dan kebodohan, baik yang datang dari diri sendiri maupun dari orang lain. Aamiin. (*/)

Sumber : Kitab Syarah Do’a dan Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *