Dalam Dua Bulan, Kasus Orang Hilang di Tasikmalaya Terungkap, Ini 3 Kisahnya

TASIKMALAYA – Penanganan kasus orang hilang di Kabupaten Tasikmalaya menjadi sorotan setelah jajaran Polres Tasikmalaya berhasil mengungkap sejumlah laporan kehilangan dalam dua bulan terakhir. Dari tiga kasus yang mencuat, polisi menemukan fakta berbeda di balik hilangnya masing-masing korban.

Mulai dari remaja berusia 16 tahun yang ditemukan di sebuah apartemen di Tangerang, mahasiswi yang ditemukan di Lampung, hingga ibu rumah tangga yang mengaku disekap di Bekasi tetapi ternyata berada di Sumedang.

Bacaan Lainnya

Kasus-kasus tersebut menunjukkan bahwa laporan orang hilang memiliki latar belakang yang beragam. Karena itu, kecepatan pelaporan keluarga, penelusuran informasi, serta koordinasi antarkepolisian menjadi bagian penting dalam proses pencarian.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Heru Samsul Bahri, mengatakan seluruh kasus orang hilang yang ditangani dalam periode tersebut berhasil diungkap. Menurutnya, pengungkapan dilakukan kurang dari 24 jam setelah laporan diterima.

“Alhamdulillah di masa kepemimpinan Pak Kapolres AKBP Ade Papa Rihi terungkap semua. Atas arahan Pak Kapolres juga, anggota bergerak cepat,” kata Heru, Rabu (14/10/2026).

Heru menjelaskan, informasi dari keluarga sangat membantu polisi dalam menelusuri keberadaan orang yang dilaporkan hilang. Keterangan mengenai aktivitas terakhir, hubungan sosial, hingga latar belakang korban menjadi petunjuk awal dalam proses pencarian.

Kanit PPA Satreskrim Polres Tasikmalaya, Aiptu Josner Ringgo, menambahkan bahwa pihaknya juga menjalin koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk satuan kepolisian di wilayah lain.

“Kami tidak segan koordinasi dengan stakeholder lain termasuk satuan atas. Dan kami turun ke lapangan dengan cepat tepat. Beberapa korban ini kan bisa cepat kami selamatkan dengan gerakan yang tepat,” ujar Josner.

Tiga Kasus Orang Hilang, Tiga Fakta Berbeda

1. Remaja Bantarkalong Ditemukan di Apartemen Tangerang

Kasus pertama melibatkan DL (16), seorang pelajar asal Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya.

Korban dilaporkan hilang setelah berpamitan membeli makanan dari kontrakannya di Kampung Simpang RT 08 RW 04, Desa Simpang, Kecamatan Bantarkalong.

Tim Unit PPA Satreskrim Polres Tasikmalaya kemudian berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya untuk menelusuri keberadaan korban.

Hasilnya, DL ditemukan di lantai 33 Apartemen Tokyo PIK 2, Tangerang, Banten, pada Minggu (12/10) sekitar pukul 00.30 WIB.

“Alhamdulillah korban sudah ditemukan anggota kami di sebuah apartemen di Tangerang,” kata Heru.

Setelah ditemukan, korban diamankan di rumah aman untuk menjalani pemulihan psikologis.

2. Mahasiswi Taraju Ditemukan di Lampung

Kasus kedua menimpa CM (23), mahasiswi asal Kecamatan Taraju. Ia dilaporkan hilang setelah berpamitan untuk mengerjakan skripsi di kampus.

Penelusuran polisi mengarah ke sebuah hotel di Lampung. Di lokasi tersebut, korban berhasil ditemukan, sementara seorang pria berinisial JCP (31), warga Rajabasa, Bandar Lampung, ditangkap karena diduga membawa lari korban.

Berdasarkan keterangan dalam kasus tersebut, keduanya berkenalan melalui permainan daring Mobile Legends. Pria itu disebut mengaku masih lajang dan menjanjikan pernikahan kepada korban.

Namun, polisi mengungkap bahwa pria tersebut ternyata sudah beristri. Identitas korban juga disebut digunakan untuk pinjaman online.

Atas dugaan perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 454 dan/atau Pasal 450 KUHP dengan ancaman hukuman hingga 12 tahun penjara, sebagaimana disampaikan dalam keterangan kasus tersebut.

3. Mengaku Disekap di Bekasi, Ibu Rumah Tangga Ditemukan di Sumedang

Kasus ketiga terjadi di Kecamatan Salopa. Seorang ibu rumah tangga berinisial TS (38) dilaporkan hilang selama lima hari oleh keluarganya.

Suaminya, Deni, mengaku khawatir setelah menerima informasi dari istrinya bahwa ia disekap di Bekasi dan terancam dijual kepada seorang mucikari.

“Saya takut istri saya dijual ke lokasi gak bener. Dia ngaku sampai beli pisau segala ngakunya istri buat jaga-jaga,” kata Deni.

Polisi kemudian melakukan pencarian ke sejumlah lokasi, termasuk Bekasi dan Bandung. Namun, TS justru ditemukan di sebuah rumah kontrakan di Sumedang pada Rabu (26/8).

Dari pemeriksaan, TS mengaku cerita mengenai penyekapan tersebut tidak benar. Ia mengatakan meninggalkan rumah setelah terlibat cekcok dengan suaminya dan berniat bekerja sebagai pengasuh anak atau baby sitter di Sumedang.

“Saya keluar rumah karena ada masalah cekcok aja. Kalau disekap dan mau dijual mah itu biar suami saya gak nyari,” kata TS.

Kapolres Tasikmalaya AKBP Ade Papa Rihi menyampaikan bahwa polisi menelusuri berbagai informasi untuk menemukan keberadaan korban. Salah satu petunjuk yang digunakan dalam pencarian tersebut berasal dari notifikasi login Facebook.

Setelah ditemukan, TS menjalani pemeriksaan kesehatan oleh Tim Dokkes Polres Tasikmalaya sebelum diserahkan kembali kepada keluarga.

Polisi berharap persoalan rumah tangga yang melatarbelakangi peristiwa tersebut dapat diselesaikan secara baik-baik.

Polisi Minta Keluarga Segera Melapor

Dari tiga kasus tersebut, Polres Tasikmalaya menekankan pentingnya peran keluarga dalam memberikan informasi yang akurat ketika seseorang dinyatakan hilang.

Informasi mengenai waktu terakhir korban terlihat, aktivitas sebelum menghilang, komunikasi terakhir, hingga lingkungan pergaulan dapat membantu petugas mempersempit area pencarian.

Polisi juga mengandalkan koordinasi lintas wilayah ketika petunjuk mengarah ke luar Kabupaten Tasikmalaya.

Dengan langkah tersebut, kepolisian berharap setiap laporan orang hilang dapat ditangani secara cepat, tepat, dan profesional, sekaligus memastikan keselamatan orang yang dicari.

Pos terkait