Khazanah

Berbakti kepada Orang Tua Tak Terputus oleh Kematian, Ini Amalan yang Terus Mengalir Pahalanya

×

Berbakti kepada Orang Tua Tak Terputus oleh Kematian, Ini Amalan yang Terus Mengalir Pahalanya

Sebarkan artikel ini
Foto: dok/ilustrasi

TASIKMALAYA – Berbakti kepada kedua orang tua merupakan kewajiban utama setiap muslim dan termasuk ibadah paling mulia di sisi Allah SWT. Bahkan, perintah berbakti kepada orang tua disandingkan langsung dengan perintah tauhid dan ibadah kepada Allah dalam Al-Qur’an.

Allah Ta’ala berfirman:

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak.”
(QS. Al-Isra: 23)

Hal ini menegaskan bahwa kedudukan orang tua dalam Islam sangatlah tinggi. Namun, pertanyaan yang sering muncul adalah: apakah bakti kepada orang tua masih bisa dilakukan setelah mereka wafat?

BACA JUGA : Boleh Jadi yang Kita Benci Justru Baik bagi Kita, Ini Hikmah Besar di Balik Ujian Hidup

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menegaskan bahwa amal manusia terputus ketika meninggal dunia, kecuali tiga perkara, salah satunya adalah anak saleh yang mendoakan orang tuanya.

“Jika anak Adam meninggal dunia, terputuslah amalnya kecuali dari tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.”
(HR. Muslim No. 1631)

Hadis ini menjadi dasar kuat bahwa peran anak sangat besar dalam mengalirkan pahala bagi orang tua yang telah meninggal dunia.

Inilah Bentuk-Bentuk Berbakti kepada Orang Tua Setelah Mereka Wafat

Dalam hadis sahih riwayat Ibnu Majah dan Ahmad, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan beberapa bentuk bakti yang tetap bisa dilakukan seorang anak setelah orang tuanya meninggal dunia.

1. Mendoakan dan Memohonkan Ampunan

Doa anak yang saleh menjadi hadiah paling berharga bagi orang tua. Doa agar dosa mereka diampuni, kuburnya dilapangkan, serta derajatnya ditinggikan di surga.

Bahkan Rasulullah menyebutkan bahwa derajat seseorang di surga dapat diangkat karena istigfar anaknya.

2. Menunaikan Wasiat dan Janji Orang Tua

Melaksanakan wasiat orang tua—selama tidak melanggar syariat—termasuk bentuk bakti yang sangat dianjurkan. Begitu pula menepati janji-janji mereka kepada kerabat, tetangga, atau sahabat.

3. Menyambung Silaturahmi dengan Kerabat Orang Tua

Menyambung hubungan dengan paman, bibi, dan keluarga besar orang tua bukan hanya menjaga silaturahmi, tetapi juga menjadi bentuk bakti setelah wafatnya mereka.

4. Memuliakan Sahabat Dekat Orang Tua

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Sesungguhnya bakti yang paling utama adalah seorang anak yang menyambung hubungan dengan teman-teman dekat ayahnya.”
(HR. Muslim No. 2552)

Memuliakan sahabat orang tua menjadi bukti cinta dan penghormatan yang tulus.

Membayar Utang, Nazar, dan Kafarat Orang Tua

Utang orang tua yang belum dilunasi dapat menjadi penghalang bagi mereka di akhirat. Oleh karena itu, melunasi utang, menunaikan nazar, dan kafarat orang tua adalah amal besar yang pahalanya langsung mengalir kepada mereka.

Bersedekah atas Nama Orang Tua

Para ulama sepakat bahwa pahala sedekah sampai kepada orang yang telah meninggal dunia. Bahkan sedekah terbaik adalah yang bersifat jariyah, seperti:

  • Wakaf masjid

  • Sumur air

  • Mushaf Al-Qur’an

  • Pendidikan dan dakwah

  • Santunan anak yatim dan fakir miskin

Semua amal ini akan terus mengalirkan pahala bagi orang tua, meski mereka telah wafat.

Anak Saleh, Amal Jariyah Terbesar bagi Orang Tua

Kesalehan seorang anak sejatinya adalah amal jariyah terbesar bagi orang tua. Setiap kebaikan, ilmu, dan amal saleh anak akan menjadi pahala bagi orang tuanya, karena merekalah pendidik pertama dalam hidup sang anak.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Barang siapa membaca, mempelajari, dan mengamalkan Al-Qur’an, maka kedua orang tuanya akan dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat.”
(HR. Al-Hakim)

Berbakti kepada orang tua tidak berhenti saat kematian memisahkan. Justru, setelah wafatnya mereka, kesempatan anak untuk menjadi sebab kebahagiaan orang tuanya di alam kubur dan akhirat tetap terbuka lebar.

Semoga Allah SWT menjadikan kita semua sebagai anak-anak yang berbakti kepada kedua orang tua, baik ketika mereka masih hidup maupun setelah wafat, serta menganugerahkan kepada kita keturunan yang saleh. Aamiin. (*/)