Muhamad Hilal, Menemukan ‘Hilal’ Bisnis dari Kardus hingga Raup Omzet Ratusan Juta Rupiah

TASIKMALAYA– Bagi sebagian orang, kardus hanyalah barang bekas yang tidak memiliki nilai. Tak sedikit yang langsung membuangnya ke tempat sampah begitu selesai digunakan. Namun, pandangan berbeda dimiliki Muhamad Hilal. Pria asal Tasikmalaya Selatan (Tasela) ini justru melihat kardus sebagai peluang emas yang mengantarkannya menjadi pengusaha sukses dengan omzet ratusan juta rupiah setiap bulan.

Di sela kesibukannya, alumnus Jurusan Jurnalistik UIN Sunan Gunung Djati (UIN SGD) Bandung itu tersenyum saat ditanya mengenai kardus. Tatapannya tertuju pada tumpukan kardus di gudang usahanya di kawasan Cicalengka, Kabupaten Bandung. Sambil memegang salah satu kardus, ia berkata pelan, “Bagi saya, kardus adalah hilal dalam merajut bisnis.”

Kalimat sederhana itu terdengar unik sekaligus mengundang rasa penasaran. Bagaimana mungkin benda yang sering dianggap remeh justru menjadi awal kesuksesan seseorang?

Rasa penasaran itulah yang mendorong penulis mengajukan berbagai pertanyaan mengenai perjalanan Hilal membangun bisnis daur ulang kardus hingga mampu menghasilkan omzet fantastis.

“Kenapa kardus menjadi hilal bisnismu?” tanya penulis.

Dengan tenang, pria kelahiran Parungponteng, Tasikmalaya Selatan, itu mulai menceritakan perjalanan hidupnya.

“Selama tiga tahun saya hidup bersama kardus. Tapi saya bukan manusia kardus. Kalau disebut pengusaha kardus, bolehlah,” ujarnya sambil tersenyum.

Jawaban tersebut sontak mengundang tawa. Di tengah riuhnya suara mesin produksi, candaan Hilal tetap terdengar jelas.

“Pengusaha kardus, yes. Manusia kardus, no,” katanya kembali, disambut gelak tawa.

Di balik sosoknya yang humoris, Hilal menyimpan kisah perjuangan yang tidak ringan.

BACA JUGA : Pertamina Patra Niaga RJBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi dan Kesehatan Masyarakat Kecamatan Balongan

Setelah lulus sebagai sarjana jurnalistik pada 2017, ia mengaku tidak tertarik meniti karier sebagai wartawan. Ia justru memilih bekerja sebagai tenaga pemasaran di salah satu perusahaan otomotif di Kota Bandung. Profesi tersebut digelutinya selama sekitar tiga tahun.

Memasuki tahun 2023, seorang pengusaha kardus dari kawasan Cigondewah, Kota Bandung, memberikan saran agar dirinya mencoba terjun ke bisnis daur ulang kardus.

Nasihat itu diterimanya dengan serius. Demi mewujudkan impiannya, Hilal mengikuti pelatihan kerja (job training) di bidang industri kardus selama tiga bulan. Setelah merasa menguasai ilmunya, ia bersama sang istri memberanikan diri merintis usaha sendiri di Cicalengka.

“Dari Cigondewah itulah hilal bisnis kardus saya muncul. Alhamdulillah, usaha terus berkembang dan omzet pun terus meningkat,” ujar pemilik Omah Kardus Bandung (OKB) tersebut.

Kini, bisnis daur ulang kardus yang dirintisnya berkembang pesat. Produk kardus buatannya telah dipasarkan ke berbagai kota di Jawa Barat, bahkan merambah ke luar Pulau Jawa.

Dengan didukung belasan karyawan dan enam unit mesin produksi modern, Omah Kardus Bandung mampu memproduksi puluhan ribu kardus berbagai ukuran setiap hari, sesuai kebutuhan pelanggan.

Seiring berkembangnya usaha, telepon seluler Hilal hampir tak pernah sepi dari pesanan. Baginya, setiap dering telepon bisa menjadi peluang bisnis bernilai puluhan juta rupiah.

Menurut Hilal, rezeki akan datang kepada mereka yang mampu menangkap ide dan membaca peluang. Namun, semua itu harus disertai ketekunan, kerja keras, doa, serta kecermatan dalam membaca kebutuhan pasar.

“Kalau semua itu dipadukan, insyaallah hasilnya akan maksimal,” tuturnya.

Kisah Muhamad Hilal membuktikan bahwa kesuksesan tidak selalu berawal dari sesuatu yang besar. Dari benda yang kerap dianggap tidak bernilai seperti kardus, ia justru menemukan “hilal” yang mengantarkannya menjadi pengusaha sukses sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi banyak orang. (DD)

Pos terkait