Kabupaten Tasikmalaya

Wabup Tasikmalaya Panen Padi Organik di Manonjaya, Turun Langsung ke Sawah

×

Wabup Tasikmalaya Panen Padi Organik di Manonjaya, Turun Langsung ke Sawah

Sebarkan artikel ini

TASIKMALAYA – Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi, menunjukkan keberpihakannya terhadap kelestarian lingkungan dengan cara yang tidak biasa. Di bawah terik matahari, ia turun langsung ke pematang sawah saat panen raya padi organik bersama Kelompok Tani Tunas Muda di Desa Kamulyan, Kecamatan Manonjaya, Kamis (5/2/2026).

BACA JUGA : Tertimbun Longsor 10 Menit, Kakek Pekerja Bangunan di Cigalontang Tasikmalaya Selamat

Tak sekadar hadir secara seremonial, Asep Sopari yang mengenakan pakaian lapangan tampak luwes menyabit padi dan merontokkan gabah bersama para petani. Ia didampingi sang istri serta jajaran Muspika, mulai dari Camat, Kapolsek, Kepala Desa hingga Babinsa. Suasana panen raya pun berlangsung hangat dan penuh kebersamaan.

Sebagai lulusan Jurusan Pertanian Universitas Siliwangi, Asep mengaku memiliki ikatan emosional yang kuat dengan dunia pertanian. Kedatangannya ke Desa Kamulyan didorong oleh rasa penasaran sekaligus apresiasi terhadap ketekunan para petani yang konsisten mengembangkan pertanian organik, meski dengan keterbatasan lahan.

“Padi yang kita panen hari ini luasnya mungkin hanya sekitar satu hektare. Tapi bagi saya, itu bukan ukuran. Yang jauh lebih mahal nilainya adalah semangat dan konsistensi para petani,” ujar Asep Sopari.

Menurutnya, pertanian organik bukan semata mengganti pupuk kimia dengan pupuk alami. Lebih dari itu, terdapat nilai moral dan kesadaran untuk menjaga ekosistem tanah agar tetap sehat dan berkelanjutan.

“Dalam pertanian organik, yang paling berharga adalah nilai kesadarannya. Ini bentuk komitmen menjaga alam. Tanah yang sehat adalah warisan terbaik bagi generasi mendatang,” tuturnya.

Melalui keberhasilan Kelompok Tani Tunas Muda, Wakil Bupati Tasikmalaya berharap semangat “pertanian sehat” dapat menular ke wilayah lain di Kabupaten Tasikmalaya. Targetnya, produksi pangan organik meningkat tanpa mengorbankan kualitas lingkungan.

“Jika semangat ini menyebar, Tasikmalaya tidak hanya dikenal karena hasil pertaniannya, tetapi juga karena keberhasilannya merawat bumi,” pungkasnya. (Rizky Zaenal Mutaqin)