TASIKMALAYA – Banyak dari kita yang bersemangat melakukan ibadah dalam jumlah besar di waktu tertentu, namun kemudian berhenti total karena merasa lelah atau jenuh. Padahal, dalam Islam, ada rahasia besar di balik amalan yang dilakukan secara konsisten meski jumlahnya sedikit.
BACA JUGA : Kenapa Hari Jumat Begitu Istimewa? Ini Penjelasan Lengkap Keutamaannya
Bukan soal seberapa banyak yang kita lakukan dalam semalam, tapi seberapa setia kita menjaga amalan tersebut setiap hari. Inilah yang disebut dengan amal kontinu (istiqomah). Mengapa hal ini begitu istimewa di mata Allah?
Mengapa Allah Mencintai Amalan yang “Sedikit tapi Rutin”?
Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam memberikan pedoman yang sangat menenangkan bagi kita yang memiliki kesibukan tinggi:
”Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.” (HR. Muslim)
Istri Rasulullah, Aisyah radhiyallahu ’anha, adalah sosok yang sangat berkomitmen dalam hal ini. Beliau tidak pernah mengkhususkan hari tertentu, melainkan menjadikan ibadahnya sebagai napas harian yang terus bersambung.
3 Keuntungan Luar Biasa Beramal Secara Kontinu
Jika Anda mulai merutinkan satu amalan kecil hari ini, inilah manfaat yang akan Anda dapatkan:
1. Pahala Tetap Mengalir Saat Anda Berhalangan Ini adalah “asuransi” pahala bagi seorang muslim. Jika Anda terbiasa shalat dhuha atau sedekah subuh setiap hari, lalu suatu hari Anda jatuh sakit atau sedang dalam perjalanan (safar) sehingga tidak bisa melakukannya, Allah tetap mencatat pahala penuh untuk Anda.
2. Benteng Ampuh Melawan Rasa Malas (Futur) Rasa jenuh atau futur adalah musuh utama dalam beribadah. Amalan yang besar sekaligus seringkali memicu kebosanan. Sebaliknya, amalan kecil yang ajeg menjaga api semangat tetap menyala dan membuat setan enggan menggoda karena melihat keteguhan hati kita.
3. Dicintai oleh Malaikat Al Hasan Al Bashri pernah menceritakan bahwa malaikat membangun bangunan di surga bagi mereka yang rutin berdzikir. Saat seseorang berhenti karena malas, malaikat pun berhenti bekerja dan bertanya-tanya tentang kondisi orang tersebut.
Strategi Memulai Amalan Rutin (Tips Praktis)
Tidak semua amalan harus dipaksakan rutin dalam segala kondisi. Menurut petunjuk Nabi, kita bisa membaginya menjadi tiga kategori:
-
Prioritas Utama (Tetap dilakukan meski sibuk/safar): Seperti shalat witir, shalat sunnah fajar, dan shalat malam.
-
Prioritas Mukim: Shalat sunnah rawatib yang dilakukan saat kita sedang tidak bepergian.
-
Amalan Fleksibel: Puasa sunnah atau sedekah yang bisa dilakukan kapan saja sesuai kelapangan hati.
Ibadah bukanlah pelari cepat (sprinter), melainkan pelari maraton. Targetnya bukan garis finish yang dekat, melainkan konsistensi hingga ajal menjemput. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Hijr: 99, “Dan sembahlah Rabbmu sampai datang kepadamu al-yaqin (kematian).”
Mari mulai dari yang paling ringan. Mungkin satu ayat setelah shalat, sedekah seribu rupiah setiap pagi, atau dua rakaat shalat malam. Sedikit di mata manusia, namun sangat besar dan dicintai di sisi Allah. (*/)












