Khazanah

6 Hikmah Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang Wajib Diketahui Umat Islam

×

6 Hikmah Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang Wajib Diketahui Umat Islam

Sebarkan artikel ini
Foto: ilustrasi

TASIKMALAYA – Isra Mi’raj merupakan perjalanan mulia yang dilakukan Nabi Muhammad SAW dalam waktu satu malam. Peristiwa agung ini menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Islam dan diperingati umat Muslim setiap bulan Rajab.

Dilansir dari Badan Amil Zakat Indonesia (BAZNAS), Isra Mi’raj sarat dengan hikmah mendalam yang patut diteladani dalam kehidupan sehari-hari. Berikut beberapa hikmah Isra Mi’raj bagi umat Islam:

1. Memahami Kebesaran Allah SWT

Isra Mi’raj menjadi bukti nyata kebesaran Allah SWT. Dalam peristiwa ini, Nabi Muhammad SAW diperlihatkan berbagai keajaiban, di antaranya melihat Malaikat Jibril dalam wujud aslinya dengan enam ratus sayap yang menutupi langit, serta diperlihatkan surga dan neraka.

BACA JUGA : Cara Rasulullah Memulai Pagi: Siwak, Doa, dan Kata Mesra untuk Istri

2. Membersihkan Jiwa dan Raga

Isra Mi’raj juga menegaskan pentingnya kesucian jiwa dan raga sebelum menghadap Allah SWT. Diriwayatkan, sebelum perjalanan dimulai, dada Nabi Muhammad SAW dibelah dan hatinya dicuci dengan air zamzam, lalu diisi dengan iman dan hikmah.

“Lalu hatiku dikeluarkan dan dicuci dengan air zamzam, kemudian dikembalikan ke tempatnya dan dipenuhi dengan iman dan hikmah.” (HR Bukhari)

3. Pentingnya Shalat Lima Waktu

Salah satu hikmah terbesar Isra Mi’raj adalah disyariatkannya shalat lima waktu. Perintah ini diberikan secara langsung oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW tanpa perantara Malaikat Jibril, menunjukkan betapa agung dan pentingnya kedudukan shalat dalam Islam.

4. Derajat Kehambaan yang Tinggi

Dalam Surah Al-Isra ayat 1, Allah SWT menyebut Nabi Muhammad SAW dengan kata ‘abdun’ (hamba). Hal ini menegaskan bahwa derajat tertinggi seorang manusia adalah ketika ia benar-benar menjadi hamba Allah yang taat dan bertakwa.

5. Ketangguhan dalam Dakwah

Isra Mi’raj menjadi bentuk penguatan spiritual bagi Nabi Muhammad SAW. Sebelumnya, beliau kehilangan orang-orang tercinta dan menghadapi tekanan berat dari kaum Quraisy. Ujian demi ujian tersebut menjadi bekal ketangguhan dalam melanjutkan misi dakwah Islam.

6. Pentingnya Menyampaikan Kebenaran

Usai peristiwa Isra Mi’raj, Nabi Muhammad SAW dengan jujur menyampaikan pengalaman tersebut kepada masyarakat Makkah, meski banyak yang meragukan dan menolak. Ini menjadi teladan bahwa kebenaran harus tetap disampaikan, walaupun menghadapi penentangan.

Selamat memperingati Isra Mi’raj 1446 H.
Semoga perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW senantiasa menginspirasi kita untuk terus memperbaiki diri dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. (*/)