Khazanah

Asuransi Terbaik untuk Anak Bukan Sekadar Harta, tapi Keberkahan Orang Tua

×

Asuransi Terbaik untuk Anak Bukan Sekadar Harta, tapi Keberkahan Orang Tua

Sebarkan artikel ini
Foto: ilustrasi

TASIKMALAYA – Bukti cinta orang tua sejati bukan hanya menyiapkan harta, tetapi memastikan masa depan anak berada dalam penjagaan Allah.
Banyak orang tua hari ini memikirkan masa depan anak-anaknya dengan serius. Tabungan disiapkan, asuransi dipilih, rumah dibangunkan, bahkan perusahaan diwariskan. Semua dilakukan agar anak kelak tidak hidup susah.

Namun, di balik perencanaan finansial yang matang, ada satu hal yang sering luput: keberkahan.

Ketika Harta Banyak Tak Menjamin Masa Depan

Tak sedikit orang tua yang sibuk menghitung biaya sekolah, kesehatan, dan kehidupan anak di masa depan, tetapi lupa melibatkan Allah dalam perhitungannya. Padahal, ketika Allah “hilang” dari perencanaan, dampaknya sangat besar: hilangnya keberkahan.

Harta yang banyak tanpa keberkahan bukan hanya tak menolong, bahkan bisa mengantarkan pada kesempitan hidup.

Kisah Dua Khalifah: Warisan Besar vs Keberkahan

Dalam kitab Alfu Qishshoh wa Qishshoh karya Hani Al-Hajj, disebutkan perbandingan dua khalifah Dinasti Bani Umayyah: Hisyam bin Abdul Malik dan Umar bin Abdul Aziz.

Keduanya sama-sama meninggalkan 11 anak.

  • Hisyam bin Abdul Malik mewariskan 1 juta dinar untuk setiap anak laki-lakinya.

  • Umar bin Abdul Aziz hanya meninggalkan setengah dinar untuk setiap anak laki-lakinya.

Namun hasilnya sungguh mengejutkan.

Anak-anak Hisyam hidup miskin setelah ayahnya wafat.
Sebaliknya, seluruh anak Umar bin Abdul Aziz hidup berkecukupan. Bahkan salah satu di antara mereka mampu menyumbang perbekalan untuk 100.000 pasukan berkuda di jalan Allah.

Apa pembeda keduanya?
Keberkahan.

BACA JUGA : Ibu, Kuatlah! Demi Surga Anakmu: Ketegaran Asma’ binti Abu Bakar saat Melepas Putranya Menuju Syahid

Harta Sedikit dengan Berkah Lebih Menyelamatkan

Satu juta dinar—yang jika dikonversi hari ini bernilai ribuan triliun rupiah—tidak mampu menyelamatkan masa depan anak-anak Hisyam.
Sebaliknya, setengah dinar yang bercampur keberkahan menjadi modal kehidupan yang luar biasa bagi anak-anak Umar bin Abdul Aziz.

Kisah ini menjadi penghibur bagi orang tua yang hanya mampu meninggalkan sedikit harta, bahkan bagi mereka yang nyaris tak meninggalkan apa-apa.

Allah Menjaga Anak Karena Keshalihan Ayahnya

Al-Qur’an menguatkan prinsip ini dalam Surah Al-Kahfi ayat 82:

“Adapun dinding rumah itu adalah milik dua anak yatim… dan ayahnya adalah seorang yang shalih…” (QS. Al-Kahfi: 82)

Allah menjaga harta dua anak yatim tersebut, bahkan mengutus seorang hamba shalih untuk memperbaiki rumah mereka tanpa upah, semata-mata karena keshalihan ayah mereka.

Para ulama tafsir seperti Al-Qurthubi dan Ibnu Katsir menjelaskan bahwa:

Allah menjaga keturunan orang shalih, bahkan hingga tujuh generasi.

Allah-lah Penjamin Sejati Orang-Orang Shalih

Keyakinan ini ditegaskan dalam Surah Al-A’raf ayat 196:

“Sesungguhnya pelindungku adalah Allah yang menurunkan Al-Kitab, dan Dia melindungi orang-orang yang shalih.”

Inilah “asuransi ilahiyah” yang tidak pernah gagal.

Wasiat Umar bin Abdul Aziz untuk Anaknya

Menjelang wafat, Umar bin Abdul Aziz menolak menitipkan anak-anaknya kepada manusia. Ia berkata:

“Anakku hanya dua kemungkinan:
Jika ia shalih, Allah akan mencukupinya.
Jika tidak shalih, aku tidak ingin menjadi orang pertama yang membantunya bermaksiat kepada Allah.”

Sebuah keyakinan yang lahir dari iman, bukan dari saldo rekening.

Kesimpulan: Asuransi Terbaik untuk Anak

Dari kisah dan dalil di atas, ada tiga pelajaran penting bagi para orang tua:

  1. Jika meninggalkan harta, pastikan halal dan bersih.

  2. Jangan bersandar pada hitung-hitungan finansial semata dan melupakan Allah.

  3. Jaminan masa depan terbaik bagi anak adalah keshalihan orang tua dan keshalihan anak itu sendiri.

Dengan keshalihan ayah, anak-anak dijaga.
Dengan keshalihan anak, mereka akan diurus, ditolong, dan dicukupi Allah.

Inilah asuransi terbaik—yang tidak ditawarkan perusahaan mana pun, tetapi dijamin langsung oleh Allah ﷻ. (*/)

Sumber : Disadur dari Kitab Alfu Qishshoh wa Qishshoh karya Hani Al-Hajj

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *