TASIKMALAYA – Upaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat terus diperkuat di Kabupaten Tasikmalaya. Wakil Bupati Tasikmalaya meresmikan Bank Sampah MBG (Manage Building & Grow) yang berlokasi di Kampung Cipendeuy, Desa Cipakat, Kecamatan Singaparna, Selasa (6/1/2026).
Peresmian Bank Sampah MBG menjadi langkah konkret dalam mengurangi ketergantungan pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sekaligus membuka peluang manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui pengelolaan sampah yang lebih bernilai.
Program ini digagas oleh PESAN GREEN (From Santri For Bumi), sebuah inisiatif yang melibatkan santri dan masyarakat dalam membangun kesadaran lingkungan sejak dari tingkat desa.

Melalui bank sampah, warga didorong untuk mulai memilah sampah dari rumah, baik organik maupun anorganik, sebelum disetorkan untuk dikelola dan didaur ulang.
BACA JUGA : Rotasi Panas Pemkab Tasikmalaya, Sekda Diganti, 24 Pejabat Dilantik
Wakil Bupati Tasikmalaya menyampaikan apresiasi atas peran aktif masyarakat dan santri yang dinilai mampu menjadi motor perubahan dalam pengelolaan sampah berkelanjutan.
Menurutnya, kehadiran bank sampah tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga memperkuat partisipasi warga dalam pembangunan daerah.
“Bank sampah seperti MBG ini menjadi solusi ganda, menjaga lingkungan sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
Ke depan, Bank Sampah MBG diharapkan menjadi model pengelolaan sampah berbasis komunitas yang dapat direplikasi di wilayah lain di Kabupaten Tasikmalaya. Selain menekan volume sampah ke TPA, program ini juga mendukung terwujudnya Tasikmalaya yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. (LS)












