TASIKMALAYA – Libur Tahun Baru 2026 yang semestinya dipenuhi tawa dan keceriaan justru berubah menjadi tragedi memilukan di Kampung Cipicung Koneng, Desa Singasari, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya. Seorang bocah perempuan berusia 13 tahun berinisial D, pelajar sekolah dasar, meregang nyawa setelah tenggelam di Sungai Batu Brulah saat bermain bersama teman-temannya, Jumat (2/1/2026).
Korban yang masih duduk di bangku kelas 4 Sekolah Dasar itu awalnya mengisi waktu libur sekolah dengan bermain bersama tiga temannya di pinggir sungai. Namun nahas, arus sungai yang cukup deras tiba-tiba menyeret keempat anak tersebut hingga menyebabkan kecelakaan air.
Kapolsek Taraju AKP Ali membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyatakan bahwa pihak kepolisian masih mendalami kronologis lengkap kejadian.
“Petugas kami sudah berada di lokasi untuk mengumpulkan keterangan. Informasi awal menyebutkan mereka hendak berenang di sungai, namun terjadi kecelakaan air,” ujar AKP Ali.
Ketua FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adi Setia, menjelaskan dari empat anak yang berada di lokasi, dua anak berhasil menyelamatkan diri. Sementara satu anak lainnya sempat hanyut namun berhasil dievakuasi warga dan langsung dilarikan ke Puskesmas.
BACA JUGA : Liburan Rasa Luar Negeri di Tasikmalaya, Segini Harga Tiket Masuk Taman Wisata Karang Resik
“Korban D diduga tidak bisa berenang, sementara saat kejadian arus sungai sedang cukup deras,” ungkap Jembar.
Proses pencarian korban berlangsung dramatis dan menyedot perhatian ratusan warga. Dengan keterbatasan peralatan, warga bersama personel Tagana, TNI, dan Polri melakukan pencarian secara manual menggunakan tali serta teknik teuleum atau menyelam tradisional.
Di tengah suasana tegang, lantunan selawat terus menggema dari warga yang memadati bantaran sungai, berharap korban segera ditemukan. Setelah sekitar dua jam pencarian, jasad korban akhirnya ditemukan di dasar sungai dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Isak tangis keluarga pecah saat jenazah korban berhasil dievakuasi dari air.
“Akhirnya korban ditemukan, namun nyawanya tidak tertolong,” kata Jembar dengan nada prihatin.
Pihak kepolisian mengimbau orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya saat beraktivitas di sekitar sungai dan lokasi berisiko lainnya selama masa libur sekolah. (LS)












