TASIKMALAYA – Organisasi kepecintaalaman dan kepetualangan Generasi Muda Pelajar Pecinta Alam (GEMPPA) kembali menggelar kegiatan Pendidikan Dasar (Diksar) XXXVIII sebagai tahapan wajib bagi calon anggota baru.
Diksar tersebut dilaksanakan pada 25 hingga 28 Desember 2025 di Lereng Gunung Cakrabuana, lokasi bersejarah yang menjadi tempat lahirnya organisasi GEMPPA sejak angkatan pertama.
BACA JUGA : Longsor Tutup Akses Cigorowong–Tejakalapa, Polisi dan Warga Bergerak Cepat
Ketua Pelaksana Diksar XXXVIII, Fathan, menjelaskan bahwa setiap siswa-siswi yang ingin bergabung dengan GEMPPA SMA Negeri 1 Ciawi harus melewati proses dan prosedur yang telah ditetapkan organisasi.
“Proses itulah yang membentuk karakter anggota, sehingga mereka memahami bahwa setiap perjalanan memiliki makna dan tujuan yang harus diperjuangkan,” ungkap Fathan, (29/12/2025).
Menurutnya, Diksar GEMPPA bukan sekadar kegiatan lapangan, tetapi menjadi tonggak estafet organisasi dari generasi ke generasi. Oleh karena itu, pelaksanaannya selalu dilakukan di Lereng Gunung Cakrabuana sebagai simbol sejarah dan nilai perjuangan.

Pada Diksar XXXVIII ini, GEMPPA resmi melahirkan 20 anggota muda baru, yang terdiri dari 10 laki-laki dan 10 perempuan. Seluruh peserta telah melalui rangkaian seleksi ketat selama kurang lebih dua bulan sebelum terjun ke lapangan.
“Tahapan seleksi meliputi screening awal, materi ruang, materi praktik, hingga tes fisik sebagai tahap akhir,” jelas Fathan.
Kegiatan Diksar XXXVIII ditutup dengan upacara penutupan yang turut dihadiri oleh Pembina GEMPPA, Aprian Ginanjar. Dalam pesannya, Aprian menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara petualangan dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Jadikan alam sebagai sumber inspirasi, bukan sekadar tempat beraktivitas. Alam adalah warisan yang harus kita jaga dan lestarikan bersama,” pesan Aprian.
Dengan lahirnya anggota muda angkatan ke-38 ini, GEMPPA diharapkan terus melahirkan generasi pelajar yang tangguh, berkarakter, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian alam. (Rizky Zaenal Mutaqin)












