Kota Tasikmalaya

Antisipasi Banjir dan Dampak Perubahan Iklim, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Turun Langsung Bersihkan Sungai Cihideung

×

Antisipasi Banjir dan Dampak Perubahan Iklim, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Turun Langsung Bersihkan Sungai Cihideung

Sebarkan artikel ini

TASIKMALAYA – Upaya menghadapi ancaman banjir dan dampak perubahan iklim terus dilakukan di Kota Tasikmalaya. Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, turun langsung memimpin gotong royong akbar pembersihan Sungai Cihideung sekaligus penanaman pohon di Kelurahan Sukanagara, Kecamatan Purbaratu, (18/1/2026).

BACA JUGA : Dari Musda PUI hingga Sorotan KUHP, Ormas Islam di Kota Tasikmalaya Tegaskan Peran Strategis untuk Umat

Kegiatan ini menjadi langkah nyata mitigasi bencana, terutama di tengah meningkatnya intensitas hujan yang kerap memicu luapan sungai di kawasan permukiman. Meski diguyur hujan, warga tetap antusias membersihkan aliran sungai dari sedimentasi dan material yang berpotensi menyumbat arus air.

Lurah Sukanagara, Hendi, mengatakan pembersihan sungai dan penanaman pohon merupakan respons bersama atas perubahan pola cuaca yang semakin tidak menentu.

Foto: dok/ilustrasi

“Perubahan iklim membuat hujan datang lebih ekstrem. Karena itu, menjaga sungai dan bantaran kali menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko banjir,” ujarnya.

Sebagai bagian dari mitigasi jangka menengah, sebanyak 30 pohon dari berbagai jenis ditanam di sepanjang bantaran Sungai Cihideung dan beberapa lahan warga. Vegetasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya serap air, menahan erosi, serta menjaga stabilitas tanah di sekitar aliran sungai.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra menilai keterlibatan langsung warga merupakan kunci keberhasilan adaptasi terhadap perubahan iklim di tingkat lokal.

“Mitigasi banjir dan dampak perubahan iklim tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Perlu kesadaran dan aksi bersama dari masyarakat,” kata Diky.

Ia menegaskan, kegiatan ini sejalan dengan program pelestarian lingkungan yang dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, sekaligus menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar lebih peduli terhadap isu lingkungan dan bencana.

“Langkah sederhana seperti membersihkan sungai dan menanam pohon adalah investasi penting untuk keselamatan lingkungan dan masa depan kota,” pungkasnya. (LS)