TASIKMALAYA – Sejumlah objek wisata di Kota Tasikmalaya dipadati pengunjung selama momen libur Tahun Baru 2026. Salah satu destinasi favorit yang ramai diserbu wisatawan adalah TeeJay Waterpark, wahana air terbesar dan terpopuler di Kota Tasikmalaya.
Sejak pagi hari, pengunjung sudah memadati area TeeJay Waterpark. Antrean panjang pun terlihat di sejumlah loket pembelian tiket, menandakan tingginya minat masyarakat untuk menghabiskan liburan awal tahun di tempat wisata air tersebut.
Pengelola TeeJay Waterpark, Diki Purnama, mengatakan peningkatan kunjungan wisatawan mulai terasa sejak hari pertama tahun baru. Namun, mayoritas pengunjung masih berasal dari wilayah Tasikmalaya dan sekitarnya.
“Alhamdulillah ada peningkatan, meskipun belum seperti tahun-tahun sebelumnya. Saat ini pengunjung masih didominasi wisatawan lokal, sementara wisatawan luar kota masih relatif sedikit,” ujar Diki kepada wartawan, Kamis (1/1/2026).
Diki menjelaskan, TeeJay Waterpark memiliki daya tampung hingga 10 ribu pengunjung. Pada masa libur ini, pihak pengelola berharap jumlah kunjungan bisa mencapai setidaknya 2.000 wisatawan per hari.
BACA JUGA : Liburan Rasa Luar Negeri di Tasikmalaya, Segini Harga Tiket Masuk Taman Wisata Karang Resik
“Mudah-mudahan bisa tembus dua ribuan pengunjung per hari,” katanya.
Ia juga memprediksi kepadatan wisatawan masih akan terjadi hingga akhir libur sekolah pada 11 Januari 2026. Meski demikian, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, jumlah kunjungan biasanya mulai menurun sekitar satu minggu sebelum masa libur berakhir.
“Prediksinya sampai akhir libur sekolah. Mudah-mudahan tetap stabil,” tambahnya.
Untuk menarik minat pengunjung, selama masa liburan ini TeeJay Waterpark juga memberikan potongan harga tiket masuk bagi pemilik Member Card Asia, termasuk untuk anak-anak yang dapat menunjukkan Kartu Identitas Anak (KIA).
Kebijakan tersebut diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan sekaligus memberikan kemudahan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan Tahun Baru 2026 di TeeJay Waterpark Tasikmalaya. (Rizky Zaenal Mutaqin)












