Pendidikan

Sekolah Pakai e-Rapor di SNBP 2026? Ini Keuntungannya: Kuota Bisa Nambah 5 Persen

×

Sekolah Pakai e-Rapor di SNBP 2026? Ini Keuntungannya: Kuota Bisa Nambah 5 Persen

Sebarkan artikel ini
Foto: logo/dok

TASIKMALAYA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengimbau sekolah menengah atas (SMA) untuk menggunakan e-Rapor SMA dalam proses Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Imbauan ini bukan tanpa alasan, karena e-Rapor kini ditetapkan sebagai aplikasi resmi pengolahan nilai rapor yang terintegrasi langsung dengan sistem Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026.

Direktur SMA Kemendikdasmen, Winner Jihad Akbar, menyebutkan bahwa sekolah yang menggunakan e-Rapor dalam pengisian Pangkalan Data Siswa dan Sekolah (PDSS) akan memperoleh keuntungan tambahan berupa kuota eligible sebesar 5 persen dari kuota dasar sekolah.

β€œSatuan pendidikan yang menggunakan sistem e-Rapor dalam pengisian PDSS akan mendapatkan tambahan kuota 5 persen dari kuota dasarnya,” jelas Winner dalam Surat Edaran Pemberitahuan e-Rapor untuk SNPMB, dikutip dari detik.com.

Kemendikdasmen menekankan pentingnya sinkronisasi data murid dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sejak semester 1 hingga semester 5. Data inilah yang menjadi dasar penilaian SNBP 2026.

BACA JUGA :Β Muhammadiyah Jabar Cetak Muballigh Berkemajuan di Tasikmalaya, 200 Kader Dakwah Digembleng Sekaligus

Aplikasi e-Rapor SMA sendiri dapat diunduh secara resmi melalui laman:
πŸ‘‰ https://sma.kemendikdasmen.go.id/erapor

Jika data di Dapodik atau EMIS tidak valid, tidak sinkron, atau berbeda dengan dokumen kependudukan, sistem SNPMB berpotensi menolak data murid, bukan karena nilai, melainkan karena masalah administrasi.

Alur Pengisian PDSS SNBP 2026

Pengisian PDSS SNBP 2026 dibagi ke dalam dua skema, yakni tanpa e-Rapor dan menggunakan e-Rapor.

1. Tanpa e-Rapor

  • Sinkronisasi Dapodik/EMIS maksimal 31 Desember 2025 pukul 23.59 WIB

  • Pengisian jenis studi

  • Pengisian peringkat siswa

  • Pengisian kurikulum

  • Pengisian nilai

  • Finalisasi PDSS

2. Dengan e-Rapor

  • Sinkronisasi Dapodik/EMIS maksimal 31 Desember 2025 pukul 23.59 WIB

  • Pengisian peringkat siswa (nilai otomatis dari e-Rapor)

  • Finalisasi PDSS

Sekolah yang memilih jalur kedua akan otomatis mendapatkan tambahan kuota 5 persen.

Data Wajib Dicek Sekolah dan Murid

Agar tidak terjadi kendala saat SNBP 2026, sekolah diminta memastikan dua komponen data berikut benar dan lengkap:

Data Sekolah

  • Identitas satuan pendidikan

  • Jurusan

  • Akreditasi

Data Peserta Didik

  • Nomor Induk Kependudukan (NIK)

  • Nomor Induk Siswa Nasional (NISN)

  • Nama dan tanggal lahir

  • Nama ibu kandung

  • Jurusan

3 Hal Penting Penggunaan e-Rapor SMA

Kemendikdasmen juga mengingatkan tiga poin krusial dalam penggunaan e-Rapor:

  1. Gunakan Versi Terbaru
    Pastikan sekolah memakai e-Rapor SMA versi 2025, karena versi lama tidak direkomendasikan untuk SNBP 2026.

  2. Nilai Harus Lengkap
    Seluruh nilai semester 1 sampai 5 wajib terisi. Nilai kosong dianggap data tidak lengkap.

  3. Wajib Sinkronisasi
    Nilai yang belum disinkronkan berisiko tidak terbaca di PDSS dan bisa menggagalkan proses seleksi.

Jadwal Penting SNBP 2026

  • Pengumuman kuota sekolah: 29 Desember 2025

  • Masa sanggah: 29 Desember 2025 – 15 Januari 2026

  • Registrasi akun SNPMB sekolah: 5 – 26 Januari 2026

  • Pengisian PDSS: 5 Januari – 2 Februari 2026

  • Registrasi akun SNPMB murid: 12 Januari – 18 Februari 2026

  • Pengumuman hasil SNBP: 31 Maret 2026

  • Unduh kartu peserta SNBP: 30 Februari – 30 April 2026

Dengan penggunaan e-Rapor yang tepat dan data yang sinkron, peluang murid untuk lolos SNBP 2026 bisa semakin terbuka. Jadi, pastikan sekolah tidak melewatkan keuntungan ini. (LS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *