Kota Tasikmalaya

Tragis! Zaidan (5) yang Hilang di Kelurahan Tugujaya Ditemukan Meninggal di Sungai

×

Tragis! Zaidan (5) yang Hilang di Kelurahan Tugujaya Ditemukan Meninggal di Sungai

Sebarkan artikel ini

TASIKMALAYA – Misteri hilangnya Zaidan (5), bocah yang terseret genangan banjir di Kampung Cibaregbeg, Kelurahan Tugujaya, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, akhirnya terungkap. Korban ditemukan meninggal dunia di Sungai Cikalang, Kampung Cicurug Ojo, Kelurahan Cikalang, Kecamatan Tawang, Minggu (4/1/2025) pagi.

Jasad Zaidan ditemukan oleh seorang warga yang hendak memancing. Tubuh bocah tersebut tersangkut di sela bebatuan sungai, sekitar 10 kilometer dari lokasi awal ia dilaporkan hilang.

Koordinator Lapangan Unit Reaksi Cepat BPBD Kota Tasikmalaya, Harisman, membenarkan penemuan tersebut. Ia memastikan ciri-ciri jenazah identik dengan Zaydan yang sebelumnya dilaporkan hanyut terseret banjir.

Foto: Rizky Zaenal Mutaqin/tasikmalayaku.id

“Iya betul, ciri-cirinya sama persis dengan laporan anak yang hilang,” ujar Harisman.

Setelah laporan warga diterima, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kota Tasikmalaya, TNI-Polri, Tagana, PMI, Dinas Kesehatan, serta relawan segera menuju lokasi. Jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke kamar mayat RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya untuk pemeriksaan lebih lanjut.

BACA JUGA : Detik-detik Bocah 6 Tahun Hilang di Tugujaya Tasikmalaya, Sungai Meluap Saat Ibu Ambil Bansos

Suasana haru menyelimuti proses evakuasi. Ali Darsono, ayah kandung Zaidan, tampak ikut membantu petugas dengan raut wajah penuh kesedihan.

“Iya betul, ini anak saya Zaidan,” ucap Ali dengan suara tercekat.

Kronologi Kejadian

Peristiwa tragis ini bermula pada Jumat (2/1/2025) sore. Saat itu, Zaidan menemani ibunya, Delia, dan kakaknya, Janisa, mengurus data penerima bantuan sosial (bansos) di Kantor Kelurahan Tugujaya.

BACA JUGA : Hari Kedua Pencarian Anak Hilang di Tugujaya, BPBD Sisir Sungai Hingga Purbaratu

Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut menyebabkan selokan di samping kantor kelurahan meluap. Zaidan dan kakaknya sempat berpamitan untuk jajan ke warung dengan berjalan menembus banjir setinggi sekitar 25 sentimeter.

Namun, saat berada di warung, Zaydan meninggalkan kakaknya untuk kembali ke kantor kelurahan. Diduga pada saat itulah, bocah tersebut terseret arus selokan yang meluap dan akhirnya hanyut terbawa arus banjir. (LS)