Kabupaten Tasikmalaya

Tangis Haru Pecah di Pagi Hari, Empat Warga Tasikmalaya Korban Dugaan TPPO Akhirnya Pulang ke Pangkuan Keluarga

×

Tangis Haru Pecah di Pagi Hari, Empat Warga Tasikmalaya Korban Dugaan TPPO Akhirnya Pulang ke Pangkuan Keluarga

Sebarkan artikel ini
Foto: dok/ilustrasi

TASIKMALAYA – Pagi itu menjadi momen yang tak akan dilupakan oleh keluarga empat warga Tasikmalaya yang diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kamboja. Setelah berminggu-minggu diliputi cemas dan doa tanpa henti, mereka akhirnya bisa memeluk kembali anggota keluarga yang pulang ke tanah air dalam keadaan selamat.

BACA JUGA : Viral Pemuda Tasikmalaya Diduga Jadi Korban TPPO di Kamboja, Kirim Video Memelas Minta Dipulangkan

Sejak subuh, suasana haru sudah terasa di beberapa rumah di Kabupaten Tasikmalaya. Tangis bahagia pecah saat kendaraan yang membawa para korban tiba di kediaman masing-masing pada Kamis pagi. Pelukan panjang, air mata, dan ucapan syukur menjadi penanda berakhirnya masa penuh ketidakpastian.

Kepala Bidang Ketenagakerjaan DPMPTSP-TK Kabupaten Tasikmalaya, dr. Hj. Reti Zia Dewi Kurnia, mengatakan proses pemulangan para Pekerja Migran Indonesia Bermasalah (PMIB) tersebut berjalan secara bertahap dan penuh kehati-hatian.

“Alhamdulillah, Kamis pagi seluruh warga kami sudah kembali ke rumah masing-masing dan berkumpul dengan keluarga dalam kondisi sehat walafiat,” ujarnya, (8/1/2026).

Perjalanan pulang mereka bukan tanpa cerita panjang. Pada Rabu malam sekitar pukul 19.30 WIB, para korban mendarat di Indonesia dan langsung dijemput oleh Tim Satgas BP3MI. Setelah menjalani observasi dan beristirahat di Rumah Singgah Ramah PMI Bandung, rombongan kembali melanjutkan perjalanan menuju Tasikmalaya pada Kamis dini hari.

Tiga korban merupakan warga Kabupaten Tasikmalaya, yakni Dika Rakasiwi dari Desa Bojongasih, Kecamatan Bojongasih, serta Agam dan Dira Palah dari Desa Cikupa, Kecamatan Karangnunggal. Satu korban lainnya, Oki Warisman, merupakan warga Kota Tasikmalaya.

Bagi keluarga korban, kepulangan ini menjadi jawaban dari doa yang terus dipanjatkan sejak kabar buruk dari luar negeri diterima. Selama berbulan-bulan, komunikasi yang terbatas membuat keluarga hanya bisa berharap dan menunggu uluran tangan pemerintah.

Khusus untuk Oki Warisman, pemerintah Kota Tasikmalaya memberikan perhatian khusus. Ia diterima langsung oleh Wali Kota Tasikmalaya sebagai bentuk pendampingan lanjutan dan dukungan psikologis agar yang bersangkutan bisa kembali menata kehidupan.

BACA JUGA : Polres Tasikmalaya Kota Bongkar Dugaan TPPO dan Eksploitasi Seksual di Sejumlah Hotel

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pahit bagi keluarga korban dan masyarakat luas agar lebih berhati-hati terhadap tawaran kerja ke luar negeri. Pemerintah daerah mengimbau warga tidak mudah tergiur iming-iming gaji besar tanpa prosedur resmi.

“Kami tidak ingin ada lagi keluarga yang harus menunggu dalam kecemasan seperti ini. Gunakan jalur resmi melalui Dinas Tenaga Kerja agar perlindungan negara benar-benar hadir,” pungkas dr. Reti. (LS)