Kabupaten Tasikmalaya

Satreskrim Polres Tasikmalaya Bidik Perekrut TPPO Kamboja, Korban Ungkap Aksi Kabur Lompat dari Lantai Dua

×

Satreskrim Polres Tasikmalaya Bidik Perekrut TPPO Kamboja, Korban Ungkap Aksi Kabur Lompat dari Lantai Dua

Sebarkan artikel ini
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tasikmalaya kini membidik aktor utama jaringan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Foto: Rizky Zaenal Mutaqin/tasikmalayaku.id

TASIKMALAYA – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tasikmalaya kini membidik aktor utama jaringan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang diduga menjadi penghubung keberangkatan warga Tasikmalaya hingga terjerat sindikat scammer di Kamboja. Sosok tersebut diketahui merupakan warga lokal yang memiliki kedekatan dengan para korban.

BACA JUGA : Tangis Haru Pecah di Pagi Hari, Empat Warga Tasikmalaya Korban Dugaan TPPO Akhirnya Pulang ke Pangkuan Keluarga

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Ridwan Budiarta, mengungkapkan bahwa proses penyelidikan telah memasuki fase krusial. Hingga saat ini, tujuh orang saksi kunci telah diperiksa secara mendalam oleh penyidik.

“Tujuh orang sudah kami mintai keterangan. Mereka terdiri dari korban, keluarga korban, serta saksi yang mengetahui secara langsung proses awal keberangkatan ke luar negeri,” ujar AKP Ridwan, (13/6/2026).

Dari hasil pemeriksaan, terungkap modus klasik yang kembali memakan korban. Salah satu korban, Indra, menceritakan bagaimana dirinya direkrut dengan janji manis pekerjaan sebagai admin jual beli online Alibaba di Thailand pada 7 November 2025.

Namun, janji tersebut berujung petaka. Setibanya di luar negeri, Indra justru diperjualbelikan ke perusahaan scammer di Kamboja dan dipaksa bekerja di bawah tekanan serta ancaman.

“Korban tidak mendapatkan pekerjaan sesuai janji. Ia justru dieksploitasi dan berada dalam kondisi tertekan,” jelas AKP Ridwan.

Tekanan yang dialami Indra mencapai titik nadir hingga ia melakukan aksi nekat demi menyelamatkan diri. Pada pukul 03.00 dini hari, Indra memilih melompat dari lantai dua gedung perusahaan tempat ia ditahan.

“Korban berhasil kabur dengan melompat dari lantai dua. Ini menunjukkan betapa terancamnya keselamatan mereka di sana,” tambahnya.

Polres Tasikmalaya kini memfokuskan penyelidikan pada sosok DN, yang diduga kuat sebagai perekrut utama. DN diketahui satu desa dengan salah satu korban dan hingga kini masih berada serta bekerja di Kamboja.

Untuk membawa DN ke proses hukum, kepolisian melakukan koordinasi lintas instansi, termasuk dengan Kementerian Luar Negeri RI.

“Walaupun yang bersangkutan berada di luar negeri, kami tetap mengupayakan langkah hukum yang tepat melalui koordinasi dengan Kemenlu,” tegas AKP Ridwan.

Sementara itu, Kepala Unit PPA Polres Tasikmalaya, Aiptu Josner, menambahkan bahwa kasus TPPO ini mulai terungkap ke publik pada 24 Desember 2025. Sejak saat itu, pihak kepolisian bergerak cepat melakukan penelusuran dan pengumpulan alat bukti.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap tawaran kerja ke luar negeri, terutama yang menjanjikan gaji besar tanpa prosedur resmi. Polres Tasikmalaya juga mengimbau warga untuk segera melapor apabila menemukan indikasi perekrutan mencurigakan yang berpotensi mengarah pada TPPO. (LS)