Kota Tasikmalaya

Ribuan DKM dan Santri Berkumpul di Taman Kota Tasikmalaya, Doa Akhir Tahun Penuh Haru

×

Ribuan DKM dan Santri Berkumpul di Taman Kota Tasikmalaya, Doa Akhir Tahun Penuh Haru

Sebarkan artikel ini

TASIKMALAYA – Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) se-Kota Tasikmalaya bersama para santri menggelar doa bersama untuk keselamatan bangsa di Taman Kota Tasikmalaya, Minggu malam (28/12/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari refleksi akhir tahun 2025 sekaligus upaya memperkuat ukhuwah Islamiyah.

Doa bersama tersebut juga bertujuan menjaga dan mempertahankan akidah Ahlussunnah wal Jamaah di tengah dinamika kehidupan masyarakat. Kegiatan ini disambut antusias oleh para pengurus DKM, santri, serta tokoh agama yang hadir.

Ketua MUI Kota Tasikmalaya, KH Aminudin Bustomi, dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergitas antar elemen keagamaan di Kota Tasikmalaya. Menurutnya, masjid harus terus dijadikan benteng moral dan spiritual bagi generasi bangsa.

BACA JUGA : 22 Tahun Tak Bertemu, Alumni MTsN 2 Kota Tasikmalaya Angkatan 2003 Gelar Reuni Bersejarah

“Sinergi DKM se-Kota Tasikmalaya ini perlu terus ditingkatkan. Masjid harus menjadi benteng anak bangsa. Kami berharap ke depan kegiatan seperti ini terus berlanjut di bawah bimbingan para guru dan ulama, meskipun mereka memiliki amanah besar hingga tingkat nasional,” ujar KH Aminudin.

Sementara itu, Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, mengatakan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan wujud nyata identitas Tasikmalaya sebagai Kota Santri yang dikenal dengan julukan Mutiara Hitam Priangan Timur.

Refleksi akhir tahun Kota Tasikmalaya. Foto: Rizky Zaenal Mutaqin/tasikmalayaku.id

“Ini bukan sekadar berkumpul, tapi corong Kota Tasikmalaya sebagai Kota Santri. Terima kasih kepada para DKM yang selama ini mampu menjaga persatuan dan merawat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat,” ungkap Viman.

Ia juga menyebut kawasan Masjid Agung Kota Tasikmalaya sebagai ikon perjuangan religius yang memiliki nilai sejarah dan spiritual bagi masyarakat.

“Hati saya tersentuh karena di sini hadir para kiai, ulama, dan sesepuh. Kita tidak boleh melupakan sembilan kiai tokoh Kota Tasikmalaya yang telah berjasa mempersatukan umat,” katanya.

Menurut Viman, jasa dan pengabdian para tokoh masjid sering kali tidak terlihat, namun memiliki peran besar dalam membentuk karakter Kota Tasikmalaya selama lebih dari dua dekade.

“Kita ingin melahirkan sumber daya manusia yang religius. Mari kita jaga ukhuwah dan akidah Ahlussunnah wal Jamaah. Di penghujung tahun ini, mari kita merenung dan bermunajat bersama,” pungkasnya. (Rizky Zaenal Mutaqin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *