TASIKMALAYA – Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) menggelar Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) Tahap II bagi calon Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB se-Indonesia. Kegiatan ini berlangsung selama enam hari, mulai 9 hingga 14 Januari 2026.
BACA JUGA : KPK Tetapkan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Haji
Ketua DPP PKB Bidang Pengelolaan Organisasi, Eksekutif, dan Legislatif, Abdul Halim Iskandar atau Gus Halim, menyampaikan bahwa UKK Tahap II dirancang untuk menggali potensi kepemimpinan kader secara lebih komprehensif dan mendalam.
“UKK ini kami susun dalam dua tahapan besar, yakni uji kelayakan dan uji kompetensi. Tahap awal dilakukan untuk mengukur potensi kepemimpinan kader secara objektif dan ilmiah,” ujar Gus Halim, (12/1/2026), dikutip dari pkb.id.
Menurut Gus Halim, pada UKK Tahap II, pendalaman dilakukan secara lebih spesifik dan personal. Proses ini membutuhkan waktu relatif panjang agar hasil penilaian benar-benar akurat dan representatif.
“Selama enam hari penuh, kami mendalami hasil tahap pertama untuk memastikan kader yang dinilai memang layak dan tepat ditugaskan sebagai Ketua DPW,” jelasnya.
Ia menambahkan, jika pada tahap awal penilaian berfokus pada aspek psikologi kepribadian, psikologi sosial, kemampuan analisis, serta komunikasi, maka tahap kedua lebih menitikberatkan pada gaya kepemimpinan kader.
“Apakah gaya kepemimpinannya demokratis, teokratik, atau model lain. Tidak ada satu gaya yang paling benar. Yang terpenting adalah kesesuaiannya dengan kondisi sosial, budaya, dan tantangan di daerah masing-masing,” tegas Gus Halim.
Setiap Daerah Butuh Pendekatan Berbeda
Gus Halim mencontohkan, karakter dan dinamika masyarakat di wilayah tertentu, seperti Papua, tentu membutuhkan pendekatan kepemimpinan yang berbeda dibanding daerah lain.
“Karena itu, kesesuaian gaya kepemimpinan dengan konteks lokal menjadi pertimbangan penting dalam UKK Tahap II,” ujarnya.
Melalui proses ini, DPP PKB berharap dapat mengambil keputusan yang objektif dan berbasis data dalam menempatkan kader terbaik untuk memimpin DPW di setiap wilayah.
Meski demikian, Gus Halim menegaskan bahwa hasil UKK Tahap II belum menjadi keputusan akhir. Selanjutnya, DPP PKB akan menggelar rapat Tim Koordinator dengan mempertimbangkan berbagai masukan.
“Kami menerima banyak masukan, baik dari internal DPP, DPW, maupun masyarakat. Semua kami apresiasi, karena masukan itu tidak hanya soal figur, tetapi juga kebutuhan dan tantangan daerah,” katanya.
Ia berharap, melalui proses seleksi yang ketat dan menyeluruh ini, PKB dapat menugaskan pemimpin daerah yang benar-benar dibutuhkan dan mampu menjawab persoalan di wilayah masing-masing.
“Tujuan akhirnya adalah memastikan PKB dipimpin oleh kader yang tepat, kuat secara kepemimpinan, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat daerah,” pungkas Gus Halim. (LS)












