JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) mengajak masyarakat dalam aksi bersih sampah pesisir di Kepulauan Seribu Dalam mendukung rangkaian Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN). Melalui Integrated Terminal (IT) Jakarta Bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DKI Jakarta dan komunitas lokal pada Senin (16/2) di Suaka Margasatwa (SM), Pulau Rambut, Jakarta.
Selain aksi bersih pesisir, kegiatan ini juga diisi dengan edukasi lingkungan kepada masyarakat sekitar, khususnya generasi muda, guna menumbuhkan kesadaran kolektif dalam menjaga pesisir serta kelestarian keanekaragaman hayati. Kegiatan ini dilaksanakan di dua pantai di Pulau Rambut, yaitu Pantai Barat dengan jumlah sampah yang berhasil dikumpulkan sebanyak 918 kg, serta Pantai Timur Ujung Tanggul dengan total sampah terkumpul mencapai 1.216 kg.
Kegiatan ini diikuti oleh Polisi Hutan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam, yaitu Dede Dicky Permadi dan Budi Kusuma, serta melibatkan 15 orang dari Kelompok Sobat Bluwok dan 20 orang dari masyarakat Kelurahan Pulau Untung Jawa.
Ketua Kelompok Sobat Bluwok, Aditya Jusendra, menyampaikan apresiasinya terhadap upaya pelestarian lingkungan tersebut. Jusendra menilai kegiatan ini memberikan dampak positif bagi ekosistem mangrove serta mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan.
“Saya menilai kegiatan ini sangat positif, karena sampah dapat menghambat pertumbuhan mangrove dan mengganggu keanekaragaman hayati pesisir. Aksi bersih ini juga mendorong kelompok untuk lebih sadar dan aktif memantau area konservasi,” ujar Jusendra.
Di lain kesempatan Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional JBB, Susanto August Satria menegaskan komitmen Pertamina terhadap pelestarian lingkungan melalui berbagai aksi nyata di kawasan pesisir dan mangrove.
“Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional menjadi momentum meningkatkan kesadaran dampak sampah terhadap lingkungan dan keanekaragaman hayati. Melalui kegiatan ini, kami menegaskan komitmen menjaga ekosistem pesisir dan mangrove sebagai habitat Bangau Bluwok,” tegas Satria.
Melalui kegiatan ini menjadi wujud komitmen Pertamina dalam mendukung pelestarian lingkungan pesisir. Kegiatan ini turut mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya di poin 14 dan poin 15. (*)










