TASIKMALAYA – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tasikmalaya menegaskan bahwa seluruh peserta Program One Kelurahan One Hafidz (Ohan Hafidz) merupakan warga asli Kota Tasikmalaya dan tidak melibatkan peserta naturalisasi.
BACA JUGA : Program Makan Bergizi Gratis Sentuh Anak Jalanan di Tasikmalaya, Harapan Baru di Sudut Kota Santri
Penegasan tersebut disampaikan Sekda Kota Tasikmalaya, Drs. Asep Goparullah, saat menghadiri kegiatan evaluasi pelaksanaan Program Ohan Hafidz yang digelar di Pondok Pesantren Sulalatul Huda, Paseh, Kecamatan Cihideung, Selasa (13/1/2026).
Menurut Asep, kegiatan evaluasi ini menjadi bagian penting dalam penguatan program unggulan Pemerintah Kota Tasikmalaya di bidang keagamaan, khususnya dalam mencetak generasi penghafal Al-Qur’an di setiap kelurahan.
“Evaluasi hari ini untuk melihat sejauh mana perkembangan Program One Kelurahan One Hafidz yang sedang berjalan,” ujar Asep Goparullah.
Ia memastikan hingga saat ini pelaksanaan program berjalan lancar tanpa kendala berarti. Karena masih berada pada tahap awal, evaluasi difokuskan pada penyelarasan metode pembinaan agar ke depan dapat dibandingkan dengan rumah tahfidz lain yang telah lebih dulu berkembang.
“Tidak ada kendala, semuanya berjalan lancar. Ini masih tahap awal, nanti di akhir akan ada pembanding dengan rumah tahfidz lain agar metode yang digunakan bisa dipadukan dan disempurnakan,” jelasnya.
Asep menambahkan, berbagai metode pembinaan yang diterapkan di luar dapat menjadi referensi untuk mendukung percepatan dan peningkatan kualitas metode tahfidz yang saat ini dijalankan Pemkot Tasikmalaya.
“Metode dari rumah tahfidz lain bisa membantu mempercepat dan meningkatkan kualitas metode yang sudah ada,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa target pembinaan Program Ohan Hafidz diharapkan dapat diselesaikan dalam satu periode sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan.
Saat ini, kata Asep, evaluasi masih berada pada tahap awal dengan melibatkan 20 orang tim pembina yang melakukan pendampingan langsung terhadap peserta.
“Ke depan ini baru tahap awal evaluasi untuk melihat kekurangannya. Tim pembina yang berjumlah 20 orang juga sudah mulai melakukan pembinaan,” terangnya.
Ia berharap Program Ohan Hafidz dapat berjalan berkelanjutan dan menjadi fondasi kuat bagi penguatan nilai-nilai keagamaan di Kota Tasikmalaya pada tahun-tahun mendatang.
“Mudah-mudahan ini bisa mendukung kelancaran program di tahun-tahun berikutnya,” pungkasnya. (Rizky Zaenal Mutaqin)












