TASIKMALAYA – Mudik identik dengan lelah, panas, dan macet panjang. Tapi pengalaman berbeda justru dirasakan pemudik yang melintas di Alun-alun Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya.
Bukan sekadar tempat istirahat, Pos Pelayanan Terpadu di kawasan ini berubah jadi tempat singgah paling unik di jalur selatan Jawa Barat. Mulai dari layanan kesehatan gratis, pijat, hingga hiburan, semuanya tersedia untuk pemudik.
Bahkan, ada satu hal yang tak biasa: museum mini perjuangan santri yang menghadirkan kisah pahlawan nasional asal Tasikmalaya, KHZ Musthafa.
BACA JUGA : Mudik Lebaran 2026 Lebih Tenang, Polres Tasikmalaya Sediakan Penitipan Motor dan Mobil Gratis
Pengalaman ini dirasakan langsung oleh Agni (23) dan Yuni (21), pemudik asal Jakarta yang hendak pulang ke Cineam. Setelah perjalanan panjang sambil membawa balita, mereka memilih berhenti karena kondisi fisik mulai drop.
“Capek banget di jalan, panas. Tapi pas masuk ke sini, ternyata lengkap. Bisa istirahat, ada layanan kesehatan juga,” kata Agni.
Yuni langsung mendapat penanganan medis gratis, sementara Agni memanfaatkan fasilitas pijat untuk meredakan pegal. Tak hanya itu, anak mereka pun bisa bermain di area yang sudah disediakan.
Menariknya, saat beristirahat, pemudik juga bisa “wisata sejarah”. Di dalam pos, tersimpan berbagai replika senjata tradisional, pakaian pejuang, hingga literasi tentang perjuangan santri Tasikmalaya.
Konsep ini sengaja dihadirkan agar pemudik tidak hanya melepas lelah, tapi juga mendapat pengalaman baru yang berkesan selama perjalanan mudik.
Suasana makin hidup dengan sentuhan hiburan dari aparat kepolisian. Seorang anggota polisi tampak menghibur anak-anak dengan aksi sulap, sementara para Polwan menyuguhkan lantunan marawis yang menenangkan.
Kepala Pos Pam Terpadu, AKP Aan Supyadi, mengatakan pihaknya ingin menghadirkan pelayanan yang berbeda dari biasanya.
“Bukan hanya tempat istirahat, tapi kami ingin pemudik merasa nyaman dan terhibur sebelum melanjutkan perjalanan,” ujarnya.
Tak berhenti di situ, kepolisian juga menurunkan “Motor Senyum” yang berkeliling membantu pemudik di jalan. Mulai dari membantu kendaraan mogok, kehabisan bensin, hingga berbagi takjil gratis saat waktu berbuka.
Dengan konsep ini, Pos Terpadu Singaparna bukan lagi sekadar titik singgah, melainkan destinasi singkat yang memberi energi baru bagi para pemudik sebelum sampai ke kampung halaman. (LS)












