Nasional

Memoar Broken Strings Karya Aurelie Moeremans Viral, Ungkap Pengalaman Grooming di Usia 15 Tahun

×

Memoar Broken Strings Karya Aurelie Moeremans Viral, Ungkap Pengalaman Grooming di Usia 15 Tahun

Sebarkan artikel ini
Aurelie Moeremans

TASIKMALAYA – Memoar berjudul Broken Strings yang ditulis Aurelie Moeremans mendadak viral dan menyedot perhatian publik. Buku tersebut mengungkap kisah pribadi Aurelie tentang pengalaman pahit yang dialaminya, termasuk menjadi korban grooming saat berusia 15 tahun.

BACA JUGA : Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Pendidikan Jadi Senjata Utama Hapus Kemiskinan

Aurelie mengungkapkan bahwa awalnya ia sama sekali tidak berniat menjadikan tulisannya sebagai sebuah buku. Broken Strings bermula dari catatan pribadi layaknya buku harian yang ia tulis sebagai proses penyembuhan diri.

“Aku menulis untuk diriku sendiri, sebagai cara untuk healing,” tutur Aurelie.
“Setelah suamiku membaca, dia meyakinkanku bahwa cerita ini terlalu penting untuk disimpan sendiri dan bisa membantu banyak orang,” lanjutnya, dikutip dari detik.com, (12/1/2026).

Aurelie mengaku sempat diliputi ketakutan saat memutuskan membagikan kisah hidupnya ke publik. Trauma dari pengalaman masa lalu membuatnya memilih merilis Broken Strings lebih dulu dalam versi bahasa Inggris.

“Karena trauma dari pengalaman sebelumnya saat aku pernah mencoba berbagi dan responsnya tidak seperti yang aku harapkan. Aku merasa kalau dirilis dalam bahasa Inggris, pembacanya akan lebih terkurasi,” jelas bintang film Story of Dinda itu.

Rasa takut tersebut perlahan berubah menjadi rasa syukur setelah Aurelie melihat dampak positif yang dirasakan para pembacanya, khususnya perempuan muda dan para orang tua.

“Jujur, di awal aku sangat takut. Tapi setelah melihat bagaimana buku ini membantu begitu banyak perempuan muda dan juga orang tua, rasa takut itu berubah menjadi rasa syukur dan kebahagiaan yang besar,” ungkapnya.

Tak disangka, memoar tersebut mendapat respons luas dan dianggap relevan dengan banyak pengalaman yang selama ini jarang dibicarakan secara terbuka. Kini, Broken Strings dapat diunduh secara gratis melalui tautan di bio Instagram Aurelie Moeremans dan telah tersedia dalam dua bahasa, Indonesia dan Inggris.

Langkah ini diharapkan Aurelie bisa menjadi ruang aman bagi para penyintas untuk merasa tidak sendirian, sekaligus membuka percakapan penting soal perlindungan anak dan remaja dari kekerasan emosional. (LS)