Kota Tasikmalaya

McD Tasikmalaya Terima Penghargaan di Hari Braille International, Diapresiasi atas Komitmen Kota Inklusif

×

McD Tasikmalaya Terima Penghargaan di Hari Braille International, Diapresiasi atas Komitmen Kota Inklusif

Sebarkan artikel ini

TASIKMALAYA – Peringatan Hari Braille International yang diperingati setiap 4 Januari menjadi momentum penting dalam penguatan nilai inklusivitas di Kota Tasikmalaya. Pada momen tersebut, Restoran Cepat Saji McDonald’s (McD) Tasikmalaya menerima penghargaan langsung dari Dinas Sosial Kota Tasikmalaya atas komitmen dan kontribusinya dalam mendukung program pemerintah mewujudkan Tasikmalaya sebagai Kota Inklusif.

Penghargaan ini bukan sekadar simbol apresiasi, melainkan bentuk pengakuan atas langkah nyata McD Tasikmalaya yang selama ini konsisten membuka ruang, kesempatan, serta pemberdayaan bagi penyandang disabilitas, khususnya tunanetra dan difabel lainnya.

Hari Braille International sendiri diperingati untuk menghormati jasa Louis Braille, penemu sistem huruf braille yang hingga kini menjadi sarana utama literasi bagi penyandang tunanetra di seluruh dunia. Di Kota Tasikmalaya, peringatan ini dimaknai sebagai refleksi bersama tentang pentingnya kesetaraan akses dan hak bagi seluruh warga tanpa terkecuali.

Dinas Sosial Kota Tasikmalaya menilai McD Tasikmalaya sebagai salah satu pelaku usaha yang tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga memiliki kepedulian sosial tinggi terhadap isu disabilitas dan inklusivitas.

BACA JUGA : Polres Tasikmalaya Kota Tanam Jagung di Cisayong, Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional

Restaurant General Manager McD Tasikmalaya, Erik Mubarok, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas penghargaan tersebut.

“Alhamdulillah, ini merupakan sebuah penghargaan yang luar biasa bagi kami. Semoga ini bisa menjadi motivasi untuk terus mendukung terciptanya Kota Tasikmalaya yang inklusif,” ujar Erik Mubarok kepada wartawan, (29/1/2026).

Menurut Erik, penghargaan ini menjadi pengingat bahwa dunia usaha memiliki peran strategis dalam mendukung kebijakan sosial pemerintah, khususnya dalam menciptakan lingkungan yang ramah dan adil bagi penyandang disabilitas.

Ia menegaskan, nilai inklusivitas telah menjadi bagian dari budaya kerja McD Tasikmalaya, bukan sekadar program seremonial.

Apresiasi terhadap McD Tasikmalaya juga datang dari kalangan pegiat sosial. Harniwan Obech, pegiat sosial dari Paguyuban Pegiat Disabilitas Tasikmalaya (Papeditas), menilai penghargaan yang diberikan Dinas Sosial sudah sangat tepat.

Menurutnya, McD Tasikmalaya merupakan contoh restoran cepat saji yang benar-benar peduli terhadap keberadaan dan hak-hak penyandang disabilitas di Kota Tasikmalaya.

“Restoran ini bukan hanya membuka pintu, tetapi juga membuka kesempatan bagi kaum difabel. Apa yang dilakukan McD Tasikmalaya nyata dan berkelanjutan,” kata Harniwan.

Salah satu kontribusi konkret McD Tasikmalaya adalah pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) difabel, melalui program magang dan penempatan tenaga kerja bagi penyandang disabilitas. Program ini memberi kesempatan setara bagi difabel untuk bekerja, belajar, dan berkembang secara profesional di lingkungan kerja formal.

Langkah tersebut dinilai penting dalam mengikis stigma serta membuka persepsi publik bahwa penyandang disabilitas memiliki kemampuan dan potensi yang sama.

Tak berhenti di situ, McD Tasikmalaya juga aktif dalam berbagai kegiatan pendampingan sosial yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup difabel. Komitmen terhadap kaum tunanetra diwujudkan melalui kegiatan pendampingan dan peningkatan orientasi mobilitas, bekerja sama dengan Katara Tour dan Papeditas.

Program bertajuk “Trip Blind” ini menjadi salah satu kegiatan unggulan yang memberikan pengalaman langsung bagi tunanetra untuk meningkatkan kepercayaan diri, kemandirian, serta kemampuan mobilitas di ruang publik.

Menariknya, kegiatan tersebut tidak bersifat insidental. Harniwan menegaskan bahwa seluruh program dijalankan secara kontinu setiap tahun, mencerminkan komitmen jangka panjang McD Tasikmalaya terhadap isu inklusivitas.

Penghargaan yang diterima McD Tasikmalaya pada Hari Braille International ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan komunitas sosial mampu menciptakan perubahan nyata.

Dinas Sosial Kota Tasikmalaya berharap langkah McD Tasikmalaya dapat menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lainnya untuk turut berkontribusi dalam membangun kota yang ramah, setara, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Saya berharap dengan semakin banyak pihak yang peduli dan terlibat, cita-cita menjadikan Tasikmalaya sebagai Kota Inklusif bukan sekadar wacana, melainkan sebuah kenyataan yang terus bertumbuh,” pungkasnya. (Rizky Zaenal Mutaqin)