Berita Utama

Malam Tahun Baru Berubah Mencekam, Empat Remaja Jadi Korban Pembacokan

×

Malam Tahun Baru Berubah Mencekam, Empat Remaja Jadi Korban Pembacokan

Sebarkan artikel ini

TASIKMALAYA– malam pergantian Tahun Baru di Kota Sukabumi berubah menjadi mimpi buruk. Suasana yang semula dipenuhi kembang api dan keramaian mendadak mencekam setelah aksi pembacokan brutal terjadi di Jalan Syamsudin SH, tepatnya di pertigaan samping Ganesha Operation (GO) Balai Kota Sukabumi, Selasa (31/12) malam.

Peristiwa berdarah tersebut terjadi sekitar pukul 23.00 WIB. Tanpa peringatan, segerombolan pengendara sepeda motor tiba-tiba datang dan langsung menyerang sejumlah remaja yang tengah nongkrong di lokasi. Para pelaku mengayunkan senjata tajam secara membabi buta, membuat situasi seketika kacau.

BACA JUGA : Libur Tahun Baru 2026, Food Plaza Mall Mayasari Tasikmalaya Diserbu Pemburu Kuliner

Ambon (23), salah seorang saksi mata, mengungkapkan kepanikan yang terjadi saat kejadian berlangsung.

“Lagi nongkrong, tiba-tiba datang rombongan motor bawa sajam. Langsung nyerang, nggak tahu motifnya apa. Pokoknya langsung bacok,” ujar Ambon dengan suara bergetar.

Menurutnya, lokasi tersebut memang kerap dijadikan titik kumpul remaja dan komunitas motor, terutama pada malam hari. Saat kejadian, kondisi sedang ramai, sehingga serangan mendadak itu memicu kepanikan massal.

Situasi semakin tak terkendali ketika petasan dinyalakan di sekitar lokasi, membuat warga dan pengunjung berhamburan menyelamatkan diri.

“Mereka nyerang tanpa pandang bulu pakai sajam. Ada yang jatuh, ada yang teriak minta tolong. Benar-benar chaos,” tambahnya.

Ambon menduga para pelaku masih berusia belasan hingga remaja, dengan membawa berbagai jenis senjata tajam. Aksi brutal tersebut berlangsung singkat, namun meninggalkan dampak serius bagi para korban.

Berdasarkan penelusuran sukabumiku.id, tercatat empat remaja menjadi korban pembacokan dalam insiden tersebut. Salah satu korban bahkan dikabarkan mengalami luka sangat parah hingga harus menjalani tindakan amputasi.

Seluruh korban saat ini tengah mendapatkan perawatan intensif di RSUD R. Syamsudin SH Kota Sukabumi. Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan motif di balik aksi kekerasan tersebut. (LS)

Sumber : sukabumiku.id 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *