Hujan Deras Picu Pohon Tumbang di Jalur Ciawi–Singaparna, Akses Sempat Tersendat
TASIKMALAYA – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Tasikmalaya pada Sabtu siang menyebabkan dua pohon besar tumbang dan menutup sebagian badan jalan penghubung Ciawi–Singaparna. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.30 WIB di Kampung Cikasasah, Desa Cisaruni, Kecamatan Padakembang.
Dua pohon yang tumbang diketahui merupakan pohon kisabun dan pohon rambutan. Akibat kejadian ini, arus lalu lintas kendaraan di sekitar lokasi sempat terganggu, termasuk akses menuju Kampung Bantar Payung, Desa Cisaruni.
BACA JUGA : Ban Meletus! Truk Fuso Angkut Hebel Terguling di Rajapolah Tasikmalaya
Warga sekitar mengaku hujan turun dengan intensitas tinggi sejak siang hari. Kondisi tanah yang labil diduga menjadi pemicu utama tumbangnya pohon-pohon tersebut.
“Awalnya hujan deras, tidak lama kemudian terdengar suara keras. Ternyata pohon tumbang dan menutup jalan,” ujar Rijal (34), salah seorang warga di lokasi kejadian.
Mendapat laporan dari masyarakat, tim gabungan langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat. Unsur yang terlibat antara lain BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Tagana, Damkar, PLN, Polsek Leuwisari, serta dibantu oleh masyarakat setempat.
Petugas melakukan pemotongan batang pohon, pembersihan material yang menutup jalan, serta pengamanan area guna mencegah risiko lanjutan, termasuk kemungkinan gangguan jaringan listrik.
“Fokus utama kami adalah membuka kembali akses jalan dan memastikan keselamatan pengguna jalan,” kata salah satu petugas BPBD Kabupaten Tasikmalaya.
Hingga proses penanganan selesai, tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun luka-luka akibat kejadian tersebut. Arus lalu lintas perlahan kembali normal setelah material pohon berhasil dievakuasi.
BPBD mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat hujan deras disertai angin kencang, mengingat sejumlah wilayah di Tasikmalaya masih berpotensi mengalami cuaca ekstrem.
Pengendara yang melintas di jalur Ciawi–Singaparna diminta untuk lebih berhati-hati, terutama pada titik-titik rawan pohon tumbang dan longsor. Masyarakat juga diharapkan segera melapor ke aparat desa atau petugas jika menemukan potensi bahaya di lingkungan sekitar. (LS)












