TASIKMALAYA – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tasikmalaya mengutuk keras tragedi meninggalnya seorang driver ojek online di kawasan Jakarta Pusat yang diduga akibat dilindas aparat saat pembubaran massa aksi.
Ketua Umum HMI Cabang Tasikmalaya, Nazmi Nurazkia, menegaskan peristiwa tersebut tidak bisa disebut sekadar kecelakaan.
“Ini adalah bentuk brutalitas aparat yang melampaui batas kewenangan,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (29/8/2025).
BACA JUGA : DPRD Tasikmalaya Panggil BKPSDM, Bahas ASN yang Tersandung Kasus Keuangan Malah Dipromosikan
Nazmi menilai tindakan tersebut mencerminkan arogansi dan penyalahgunaan wewenang. Padahal, kata dia, aparat seharusnya hadir sebagai pelindung masyarakat.
“Bukan justru menindas rakyat kecil yang tengah mencari nafkah. Peristiwa ini mencederai rasa keadilan dan merusak citra aparat sebagai pengayom rakyat,” tegasnya.
Atas insiden itu, HMI Cabang Tasikmalaya menyampaikan tiga tuntutan:
- Supremasi hukum ditegakkan tanpa pandang bulu.
- Masyarakat, khususnya keluarga korban, harus mendapatkan keadilan.
- Jangan memberi ruang bagi tindakan kekerasan dan kesewenang-wenangan.
Nazmi menambahkan, pihaknya mengajak semua pihak untuk mengawal proses hukum secara bersama-sama.
“Mari kita awasi proses hukum yang berjalan, sekaligus menjaga kondusifitas dengan tidak melakukan tindakan anarkis,” pungkasnya. (rzm)