Kota Tasikmalaya

Geger Pemuda di Tasikmalaya Dikepung Massa Diduga Culik Anak, Fakta Aslinya Bikin Elus Dada!

×

Geger Pemuda di Tasikmalaya Dikepung Massa Diduga Culik Anak, Fakta Aslinya Bikin Elus Dada!

Sebarkan artikel ini
Seorang pemuda nyaris menjadi sasaran amarah massa setelah diduga melakukan upaya penculikan anak pada Kamis malam (15/1/2026). Foto: istimewa

TASIKMALAYA – Jagat maya baru-baru ini dihebohkan dengan rekaman video dramatis yang memperlihatkan seorang pemuda dikepung warga di Kampung Babakandadap, Kelurahan Cigantang, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya.

Pemuda berkacamata tersebut nyaris menjadi sasaran amarah massa setelah diduga melakukan upaya penculikan anak pada Kamis malam (15/1/2026). Namun, setelah pihak kepolisian turun tangan, fakta memilukan di balik aksi nekat tersebut akhirnya terungkap.

BACA JUGA : Inovasi Pendidikan Religius, SDN 2 Sindangpalay Lukis Asmaul Husna untuk Bentuk Karakter Siswa

Insiden bermula saat seorang anak berinisial R sedang asyik bermain di teras rumahnya. Tiba-tiba, datang seorang pemuda berinisial AMM yang langsung mencoba menggenggam tangan korban.

Sontak, korban yang ketakutan langsung lari ke dalam rumah. Bukannya berhenti, AMM justru merangsek masuk mengejar korban. Beruntung, orang tua korban sigap menghalangi aksi tersebut hingga warga sekitar berdatangan untuk mengamankan pelaku.

Video interogasi AMM oleh warga yang emosional pun sempat viral setelah diunggah oleh akun Instagram @tasikundercover.

Kasi Humas Polres Tasikmalaya, Iptu Jajang Kurniawan, menjelaskan bahwa setelah dilakukan pemeriksaan mendalam, terungkap bahwa AMM bukanlah seorang kriminal.

Berdasarkan klarifikasi pihak keluarga, AMM diketahui merupakan warga setempat yang sedang berjuang melawan masalah kesehatan mental yang serius.

“Keterangan dari orang tuanya, terduga pelaku sedang mengalami depresi berat dalam beberapa hari terakhir,” ujar Iptu Jajang, (16/1/2026).

Kondisi psikologis inilah yang memicu perilaku aneh AMM di lokasi kejadian hingga menimbulkan salah paham di tengah masyarakat.

Mempertimbangkan kondisi kesehatan mental AMM yang sedang tidak stabil, keluarga korban menunjukkan kebesaran hati mereka. Setelah difasilitasi mediasi oleh Kapolsek Mangkubumi, kasus ini resmi diselesaikan secara kekeluargaan.

Pihak korban sepakat untuk tidak menuntut secara hukum dan memaklumi kondisi medis yang dialami pelaku.

“Pihak korban dan terduga pelaku telah bersepakat menyelesaikan proses hukum secara kekeluargaan,” tutup Iptu Jajang. (Rizky Zaenal Mutaqin)