TASIKMALAYA – Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Imin membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Pemberdayaan Pascabencana untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatera.
BACA JUGA : Banjir Bandang Sitaro Sulut: 16 Orang Meninggal, 3 Masih Hilang
Pokja tersebut resmi mulai bekerja sejak 9 Desember 2025, setelah masa tanggap darurat dinyatakan berakhir. Fokus utama Pokja adalah mendorong pemulihan ekonomi warga agar tidak berhenti pada rehabilitasi fisik semata.
“Program dan langkah pemberdayaan pascabencana ini kita bentuk melalui Pokja Pemberdayaan Pascabencana. Kita sudah mulai bekerja pasca tanggap darurat sejak 9 Desember di Sumatera Barat,” ujar Gus Imin, (7/1/2026), dikutip dari pkb.id.
Gus Imin menegaskan, proses recovery, rehabilitasi, dan rekonstruksi harus dimulai dari langkah konkret yang langsung menyentuh sumber penghidupan masyarakat.
“Kita bertekad bahwa pemulihan pascabencana dimulai dengan pemberdayaan. Ekonomi masyarakat harus segera bergerak agar mereka bisa bangkit secara mandiri,” katanya.
Sebagai contoh, pemerintah akan mendorong penguatan ekonomi lokal berbasis komoditas unggulan daerah, seperti produksi kopi di Kabupaten Bener Meriah dan kawasan Gayo, yang dinilai memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi masyarakat pascabencana.
Dalam pelaksanaannya, Pokja Pemberdayaan Pascabencana akan melibatkan lintas kementerian agar program berjalan terintegrasi dan berkelanjutan.
“Kami bersama Menteri Sosial, Menteri UMKM, Menteri P2MI, Menteri Ekonomi Kreatif, Kementerian Desa, serta Kementerian Koperasi akan mendorong seluruh program yang kita miliki agar Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh segera pulih dan bangkit secara ekonomi,” tegas Muhaimin.
Pemerintah berharap langkah kolaboratif lintas kementerian ini mampu mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana sekaligus memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi daerah di wilayah Sumatera. (LS)












