TASIKMALAYA – Seorang pemuda bernama Ega (22), wisatawan asal Tasikmalaya, dilaporkan hilang terseret arus laut saat berenang di Pantai Pamayangsari, Desa Sindangkerta, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (11/1/2026).
BACA JUGA : Polsek Cisayong Ungkap Peredaran Rokok Ilegal, 53.240 Batang Disita
Peristiwa nahas tersebut terjadi saat korban nekat berenang di tengah kondisi gelombang laut yang cukup tinggi. Detik-detik korban terseret ombak bahkan sempat terekam kamera warga yang berada di sekitar lokasi.
Menurut keterangan saksi, sebelum kejadian, sejumlah warga dan petugas telah mengingatkan korban agar tidak berenang. Namun, peringatan tersebut tidak diindahkan. Korban justru berenang menjauh dari bibir pantai ke arah tengah laut.
Dalam hitungan menit, korban diterjang gelombang besar dan kemudian menghilang dari pandangan.
“Benar, kami menerima laporan adanya seorang wisatawan yang hilang terseret ombak saat berenang. Saat ini kami bersama tim SAR masih melakukan pencarian,” ujar Kasat Polair Polres Tasikmalaya, AKP Dudung Supriatna, Minggu (11/1/2026).
AKP Dudung menjelaskan, lokasi tempat korban berenang merupakan zona terlarang karena terdapat palung laut serta ombak yang berbahaya.

“Korban berenang menjauh dari bibir pantai menuju area yang dilarang. Di lokasi tersebut terdapat palung dan gelombang cukup tinggi,” jelasnya.
Polisi juga memastikan korban berenang seorang diri. Dari hasil penelusuran, petugas menemukan satu unit sepeda motor dan satu set pakaian milik korban di sebuah warung sekitar pantai.
“Berdasarkan keterangan saksi, korban terlihat berenang sendirian sebelum akhirnya tersapu ombak dan tenggelam,” tegas Dudung.
Sementara itu, Tim SAR Gabungan melanjutkan pencarian pada hari kedua. Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, mengatakan pencarian dilakukan dengan membagi tim ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU).
“SRU 1 melakukan penyisiran laut menggunakan perahu jukung nelayan sejauh 2 kilometer dari titik terakhir korban terlihat (LKP). Sedangkan SRU 2 melakukan penyisiran darat sejauh 2 kilometer ke arah timur dari LKP,” ungkap Ade Dian.
Adapun unsur SAR yang terlibat dalam operasi pencarian ini meliputi Pos SAR Tasikmalaya, Polsek Cipatujah, Satpolairud Cipatujah, BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Balawista Cipatujah, serta nelayan setempat.
Hingga Minggu sore, korban belum ditemukan, dan Tim SAR Gabungan masih terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. (Rizky Zaenal Mutaqin)












