TASIKMALAYA – Setelah sekian lama “berselancar” dan beradu strategi menghadapi gelombang besar Laut Kidul akademik, Dr. Khoiruddin Muchtar, M.Si akhirnya resmi dikukuhkan sebagai Ketua Program Studi (Prodi) Magister Ilmu Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung.
Bersama sepuluh pejabat lainnya, Khoiruddin dilantik langsung oleh Rektor UIN SGD Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag, untuk menakhodai prodi baru yang digadang-gadang menjadi pusat pengembangan keilmuan komunikasi berbasis keislaman tersebut.
“Ini tugas berat yang harus dijalani sepenuh hati,” ujar Khoiruddin usai pelantikan.
Pelantikan akademisi berdarah Galuh–Galunggung ini menyita perhatian kalangan dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN SGD Bandung. Bukan tanpa alasan, sejak turunnya izin resmi pembukaan Prodi Magister Ilmu Komunikasi dari Dikti, nama Dr. Khoiruddin Muchtar memang sudah dijagokan sebagai calon kuat ketua prodi.
Ucapan selamat pun mengalir deras di berbagai grup WhatsApp dosen dengan ragam diksi hangat dan penuh kekeluargaan.
“Mabruuk alfa mabruuk… ngiring bingah, Tadz,” tulis salah seorang dosen.
Usai prosesi pelantikan pada Jumat (6/2/2026) sekitar pukul 13.30 WIB, Khoiruddin tampak sumringah. Senyum tak lepas dari wajahnya saat menyapa kolega yang menghampiri.
“Selamat bertugas, bro,” celetuk seorang dosen sambil menepuk pundaknya.
“Hatur nuhun, sobat. Mohon doanya,” jawab Khoiruddin dengan nada rendah hati.
Di sela kesibukannya, lulusan S3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran ini mengakui bahwa amanah tersebut menjadi momen sejarah yang tak akan dilupakannya.
BACA JUGA : Mahasiswa KKN INUTAS Edukasi Pendidikan Seks Sejak Dini di SD Cineam Tasikmalaya
“Jabatan ini berat. Saya harus siap melaksanakannya dengan penuh tanggung jawab,” tuturnya.
Menurutnya, tugas sebagai nakhoda prodi menuntut profesionalisme tinggi agar “kapal” yang dinakhodai mampu berlayar sesuai tujuan.
“Untuk tiba dengan selamat, dibutuhkan awak kapal yang profesional serta dukungan kuat dari berbagai pihak. Dua aspek inilah yang akan menjadi kekuatan menghadapi ombak dan badai besar di samudra akademik,” ungkapnya.
Terlebih, Prodi Magister Ilmu Komunikasi UIN SGD Bandung masih tergolong sangat muda. Prodi ini resmi berdiri berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 562/B/O/2025, dengan surat bernomor 2122/B1/HK.03.00/2025 tertanggal 16 Juli 2025.
Mulai tahun ajaran ini, Prodi Magister (S2) Ilmu Komunikasi UIN SGD Bandung telah siap membuka penerimaan mahasiswa baru.
“Usia boleh balita, tapi mutu harus tetap dewasa,” pungkas Khoiruddin optimistis.
Penasaran? Bersiaplah bergabung menjadi bagian dari keluarga besar Magister Ilmu Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung. (DD)












