Pendidikan

Mahasiswa KKN INUTAS Edukasi Pendidikan Seks Sejak Dini di SD Cineam Tasikmalaya

×

Mahasiswa KKN INUTAS Edukasi Pendidikan Seks Sejak Dini di SD Cineam Tasikmalaya

Sebarkan artikel ini

TASIKMALAYA – Pendidikan seks sejak dini dinilai menjadi langkah strategis dalam mencegah perilaku menyimpang, kekerasan seksual, serta eksploitasi terhadap anak usia sekolah dasar. Upaya ini dilakukan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) INUTAS melalui kegiatan edukasi di SDN Cikondang dan SDN Kertajaya, Desa Cikondang, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya.

Edukasi menyasar siswa sekolah dasar dengan materi pengenalan tubuh, batasan pribadi, serta cara melindungi diri dari tindakan yang tidak pantas. Penyuluhan dikemas secara interaktif dan komunikatif, disesuaikan dengan perkembangan kognitif anak agar mudah dipahami tanpa menimbulkan rasa tabu.

Menariknya, materi pendidikan seks disusun berbasis data empiris yang dihimpun mahasiswa selama pelaksanaan KKN Tematik INUTAS di Desa Cikondang. Pendekatan ini membuat materi lebih relevan dengan kondisi sosial dan lingkungan anak-anak setempat.

BACA JUGA : Longsor Tutup Jalur Tasikmalaya–Garut, Tebing 10 Meter Ambruk di Salawu

Selain pendidikan seks, mahasiswa KKN INUTAS juga memberikan edukasi literasi lingkungan, pemilahan sampah organik dan nonorganik, serta penyuluhan pencegahan perundungan (bullying) di lingkungan sekolah.

Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Siswa SDN Cikondang dan SDN Kertajaya aktif mengikuti sesi tanya jawab hingga simulasi edukatif yang dipandu mahasiswa.

Salah satu momen menarik terjadi saat Adifa Naura, siswi kelas I SDN Cikondang, memperagakan edukasi privasi anggota tubuh dengan pendampingan Mahasiswa KKN. Aksi tersebut mendapat sambutan tepuk tangan dari para peserta.

Guru Pendidikan Agama Islam SDN Kertajaya, Markoyah, S.Pd., mengapresiasi dedikasi Mahasiswa KKN INUTAS yang telah memberikan edukasi berharga bagi peserta didik.

Ia mengungkapkan, kehadiran mahasiswa KKN sangat membantu proses pembelajaran di tengah keterbatasan tenaga pendidik yang dialami sekolah.

“Kami masih kekurangan guru pengajar dan hingga kini belum memiliki kepala sekolah definitif. Kami berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya dapat segera mengakomodir kekosongan tersebut,” tuturnya.

Menurutnya, aktivitas literasi dan edukasi yang dihadirkan mahasiswa KKN membuat suasana belajar menjadi lebih ceria dan menyenangkan bagi siswa.

Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan sikap siswa terkait kesehatan reproduksi, keamanan diri, serta kesadaran pentingnya menjaga batasan pribadi.

Ketua Kelompok Mahasiswa KKN INUTAS Desa Cikondang, Yusuf Muhammad Asakaki, berharap seluruh materi yang disampaikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Semoga apa yang kami sampaikan bisa dipraktikkan oleh adik-adik di SDN Kertajaya dan SDN Cikondang sebagai bekal melindungi diri sejak dini,” ujarnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi bentuk pencegahan primer yang efektif dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan ramah anak dengan dukungan berkelanjutan dari guru serta orang tua. (Rizky Zaenal Mutaqin)