TASIKMALAYA – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Tasikmalaya dalam beberapa hari terakhir membuat Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Tasikmalaya menetapkan tiga kecamatan sebagai wilayah dengan tingkat kewaspadaan tinggi.
Ketiga wilayah tersebut yakni Kecamatan Padakembang, Cigalontang, dan Sukaraja, yang dinilai memiliki catatan kejadian bencana paling menonjol berdasarkan evaluasi Tagana selama beberapa tahun terakhir.
BACA JUGA : FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya Kirim 3 Personel Bantu Penanganan Banjir Pamanukan Subang
Ketua Tagana Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adisetya, mengatakan bahwa berdasarkan data dan pengalaman lapangan, ketiga kecamatan tersebut kerap dilanda bencana saat cuaca ekstrem, terutama pohon tumbang, longsor, hingga kerusakan rumah warga.
“Berdasarkan evaluasi kami dalam tiga tahun terakhir, Padakembang, Cigalontang, dan Sukaraja merupakan wilayah dengan kejadian bencana paling sering, khususnya saat hujan deras disertai angin kencang,” ujar Jembar, Sabtu (31/1/2026).
Jembar menjelaskan, secara geografis Padakembang dan Cigalontang berada di kawasan kaki Gunung Galunggung, sehingga cukup rentan terhadap terpaan angin kencang dari dataran tinggi yang mengarah ke wilayah permukiman di bawahnya.
“Angin dari dataran tinggi bisa menghempas ke bawah, sehingga di wilayah ini sering terjadi pohon tumbang ketika hujan dan angin kencang datang bersamaan,” jelasnya.
Sementara itu, Kecamatan Sukaraja meskipun tidak berada di kawasan kaki gunung, tetap masuk dalam wilayah rawan bencana. Menurut Jembar, kondisi tersebut dipicu oleh cuaca ekstrem yang berdampak pada stabilitas tanah dan bangunan.
“Di Sukaraja, selain pohon tumbang, kami juga mencatat kejadian rumah roboh dan longsor. Penyebabnya sama, yakni faktor cuaca ekstrem,” tambahnya.
Mengantisipasi potensi bencana susulan, Tagana Kabupaten Tasikmalaya telah menyiagakan personel serta mengaktifkan Kampung Siaga Bencana (KSB) di tiga kecamatan tersebut.
Tagana juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras disertai angin kencang, serta segera melapor jika terjadi kondisi darurat di lingkungan masing-masing.
“Wilayah ini menjadi perhatian khusus kami. Warga diharapkan tetap waspada dan mengutamakan keselamatan,” pungkas Jembar. (Rizky Zaenal Mutaqin)












