TASIKMALAYA – Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, berkesempatan berkomunikasi langsung dengan para alumni Pesantren Idrisiyyah yang tengah menempuh pendidikan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri. Momen tersebut berlangsung dalam acara Kick Off Transformasi Pesantren Idrisiyyah, yang menjadi bagian dari rangkaian Qini Nasional ke-161, bertempat di area Pesantren Idrisiyyah, Sabtu (17/1/2025).
BACA JUGA : Pahala Mengalir Terus! Ini Alasan Mengapa Amal Kecil yang Rutin Lebih Dicintai Allah daripada Amal Besar yang Sesaat
Dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, Bupati Cecep menyampaikan apresiasi sekaligus pesan moral kepada para alumni yang saat ini sedang menimba ilmu di berbagai perguruan tinggi.
Ia menegaskan pentingnya kesungguhan dalam menuntut ilmu sebagai bekal masa depan, tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk kemajuan daerah dan bangsa.
Menurut Cecep, alumni pesantren memiliki peran strategis sebagai agen perubahan. Dengan latar belakang pendidikan agama yang kuat serta pengalaman akademik di perguruan tinggi, para alumni diharapkan mampu menjadi sumber daya manusia unggul yang berkontribusi nyata di tengah masyarakat.
“Manfaatkan kesempatan belajar ini sebaik mungkin. Niatkan mencari ilmu untuk kebaikan, dengan mengharap berkah dan ridha Allah SWT,” ujar Cecep di hadapan para alumni.
Lebih lanjut, Bupati Tasikmalaya juga berpesan agar para alumni tidak melupakan tanah kelahiran setelah menyelesaikan studi. Ia berharap, ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama kuliah dapat dibawa pulang untuk membangun daerah asal, khususnya Tasikmalaya.
“Jangan lupa, jika nanti sudah lulus, kembalilah ke tanah air, kembali ke tanah kelahiran. Bangunlah tempat kelahiran dengan ilmu dan amal,” pesannya penuh haru.
Kegiatan Kick Off Transformasi Pesantren Idrisiyyah ini menjadi momentum penting dalam mendorong penguatan peran pesantren di era modern, sekaligus mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dengan civitas pesantren dan para alumninya.
Transformasi ini diharapkan mampu melahirkan generasi santri yang adaptif terhadap perkembangan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
Acara tersebut juga menjadi ajang refleksi dan motivasi bagi para alumni untuk terus menjaga identitas sebagai santri, sekaligus berkiprah di tingkat nasional maupun internasional. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan pendidikan pesantren sebagai pilar penting pembangunan sumber daya manusia.
Dengan semangat kolaborasi antara pesantren, alumni, dan pemerintah daerah, Transformasi Pesantren Idrisiyyah diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat luas. (LS)












