Olahraga

Tujuh Bulan Berakhir Cepat: Xabi Alonso Angkat Koper dari Real Madrid

×

Tujuh Bulan Berakhir Cepat: Xabi Alonso Angkat Koper dari Real Madrid

Sebarkan artikel ini
Real Madrid resmi mengakhiri kerja sama dengan Xabi Alonso setelah tujuh bulan masa kepemimpinannya di Santiago Bernabeu.

TASIKMALAYA – Petualangan Xabi Alonso bersama Real Madrid resmi berakhir lebih cepat dari perkiraan. Hanya tujuh bulan setelah ditunjuk sebagai pelatih utama, manajemen Los Blancos memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan sang legenda klub, menyusul kekalahan menyakitkan dari Barcelona di final Supercopa de Espana.

BACA JUGA : El Clasico Penuh Drama! Barcelona Taklukkan Real Madrid 3-2 dan Juara Supercopa de Espana 2026

Kekalahan di laga El Clasico tersebut menjadi pukulan telak yang tak bisa ditoleransi manajemen. Bukan sekadar soal hasil, performa permainan Real Madrid sepanjang paruh musim dinilai stagnan dan jauh dari ekspektasi klub raksasa Spanyol itu.

Xabi Alonso didatangkan pada musim panas lalu dengan reputasi mentereng usai membawa Bayer Leverkusen tampil impresif di Jerman. Harapannya, ia mampu membawa ide segar dan identitas permainan baru ke Santiago Bernabeu. Namun, realitas di lapangan berkata lain.

Alih-alih menunjukkan evolusi permainan, Real Madrid justru tampil inkonsisten di berbagai kompetisi. Puncaknya terjadi di Supercopa, ketika Barcelona tampil dominan dan mempermalukan Madrid di partai final—hasil yang langsung menggoyahkan kursi Alonso.

Di Piala Dunia Antarklub, Los Blancos hanya mampu melangkah hingga semifinal sebelum tersingkir. Sementara di La Liga, Real Madrid tertahan di posisi kedua, terpaut empat poin dari Barcelona yang kembali memimpin perburuan gelar.

Situasi di Liga Champions pun tak kalah mengkhawatirkan. Dengan dua laga tersisa, Real Madrid masih berada di peringkat ketujuh klasemen fase liga, posisi yang dianggap tidak mencerminkan DNA juara klub dengan 14 trofi Liga Champions.

Tekanan demi tekanan akhirnya memuncak. Manajemen Real Madrid mengumumkan pemecatan Xabi Alonso melalui pernyataan resmi pada Senin malam waktu Spanyol, kurang dari 12 jam setelah skuad tiba kembali di Madrid.

“Real Madrid C.F. mengumumkan bahwa, berdasarkan kesepakatan bersama antara klub dan Xabi Alonso, telah diputuskan untuk mengakhiri masa jabatannya sebagai pelatih tim utama,” tulis pernyataan klub.

Madrid juga menyampaikan ucapan terima kasih atas dedikasi Alonso dan stafnya selama masa singkat kepemimpinan mereka.

Kepergian Xabi Alonso langsung memicu spekulasi panas soal sosok pengganti. Nama Alvaro Arbeloa mencuat sebagai solusi internal. Pelatih Real Madrid Castilla itu dinilai memahami kultur klub dan bisa menjadi opsi transisi yang aman.

Namun, sorotan utama tertuju pada Jurgen Klopp. Mantan pelatih Liverpool tersebut kembali dikaitkan dengan kursi panas Bernabeu. Karisma, pengalaman, dan mentalitas juara Klopp dianggap cocok untuk memimpin ruang ganti penuh bintang dan tekanan ekstrem di Real Madrid.

Pemecatan Xabi Alonso menjadi pengingat keras: di Santiago Bernabeu, nama besar dan status legenda tak pernah cukup. Hasil adalah segalanya. Dan satu kekalahan dari Barcelona bisa mengakhiri segalanya. (LS)